SHAKA
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 16, 2018
Shadara Anggita, seorang gadis pemalu dan kaku yang penurut. Penyuka sastra, itu sebabnya ia suka membuat puisi. Rakha Delano Putra, bukan badboy atau most wanted di sekolahnya. Ia hanya laki-laki biasa yang menyukai fotogragi. ***** "Saya suka fotografi karena dari sini saya belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang bagus saya harus fokus pada satu objek. Seperti kamu, untuk mendapatkan kamu saya harus fokus hanya ke kamu. Karena jika saya keliru, kesempatan mendapatkan kamu akan hilang atau kamu akan diambil orang lain." -Rakha "Aku suka sastra karena banyak hal yang tidak dapat aku sampaikan, tapi mampu aku tulis. Seperti puisi, sebagai curahan hati yang aku rangkai menjadi bait-bait. Aku ingin setiap orang yang membaca puisiku juga turut merasakan setiap rasa yang aku tuangkan dalam puisi tersebut." -Shadara Pekanbaru, 27 Juni 2018
All Rights Reserved
#699
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • The Last Birthday With You
  • Pemeran Utama
  • Aku, Kau, dan Kelas Puisi [SAIINO] ✓✓
  • Setelah Langit Berbisik
  • AURORA
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Embun di Ujung Daun (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

"Saat kamu memilih untuk jatuh cinta, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, merencanakan hari besok untuk membuatnya bahagia. Kedua, siap bangun dari jatuh yang membawamu pada kenyataan bahwa dia, belum mencintaimu." ••••• Hanya sebuah kisah sederhana. Saat dimana sebuah kesempurnaan memliki arti. Saat Rindu merasa dunia yang ia miliki, hanya akan sempurna saat bersama dengan teman kecilnya dan kekasihnya. Hanya sebuah kisah sederhana. Saat pilihan membawa Radit pada alasan mengapa ia menjadi pengecut. Dan sebuah fakta bahwa, menjadi seorang teman saja, memang tidak cukup. Hanya sebuah kisah sederhana. Ternyata menjadi jujur pada sebuah perasaan akan dihadiahi kemenangan. Kemenangan yang diraih Ken saat ia percaya, cintanya hanya akan dibalas ketika ia sanggup berjalan beriringan dengan ketidaksempurnaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines