Ruang Rasa

Ruang Rasa

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 8, 2023
"Gue takut kaya dulu lagi, gue takut kalau gue ngulangin kesalahan yang sama, gue belum cukup siap kalau harus jatoh lagi gue juga belum siap kalau harus sakit hati lagi. Dulu disaat gue benar-benar tulus gue benar-benar sayang sama lo, lo malah bilang 'gue nyerah, lo cari aja cowo yang bisa jagain lo yang bisa ngelindungin lo'. Padahal saat itu gue ngga butuh siapa-siapa gue cuma butuh lo, saat itu gue cuma mau lo slalu dukung gue lo slalu ada buat gue" kata Adinda dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca Taki yang mendengar hanya bisa diam, ia tau kalau ia benar-benar salah seharusnya saat itu ia mendukung adinda bukannya pergi meninggalkan adinda
All Rights Reserved
#406
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catch a Dream
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Amin paling serius
  • Keluarga Baru
  • Is There Hope [Completed]
  • Penantian (LURAH)
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • Distance

Aku bisa namun aku tak ingin. Hingga seseorang perlahan menyadarkanku dengan perkataannya. "Kadang memang gangguan tak dapat dielakkan. Membuatmu mengeluh dan menyalahkan keadaan. Namun percayalah, Tuhan memberikanmu kemampuan bukan tanpa alasan." Ah ya, orang itu. Orang itu adalah orang yang selama ini kurindukan. Kemana kini ia akupun tak tahu. Aku hanya bisa menunggu dan menunggu. Karena ku yakin, penantiaan takkan pernah berakhir sia - sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines