Di Persimpangan Hati
Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain.
Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu.
Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan.
Ditulis sejak 29 Maret 2018
Aku tidak pernah berpacaran, boro-boro pacaran. deket sama cowo aja takut.
~Zakiya Putri Mahesa~
Cewe yang satu ini emang beda, susah banget dideketin. boro-boro dideketin, diliatin aja dia kabur.
~Septa Pradipta~
Zakiya Putri Mahesa memiliki trauma mendalam yang membuatnya selalu menghindar dari laki-laki yang berusaha mendekatinya. Namun saat hadirnya Septa Pradipta, cowo super jahil, pecicilan, dan pinter dapat merubah hidup zakiya secara drastis.
apakah perubahan itu menjadi sesuatu yang negatif? atau positif? Cekidoott langsung baca saja.