life or anguish?

life or anguish?

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 21, 2018
sebuah sapaan yang mengawali sebuah perkenalan sebuah senyuman yang mengawali sebuah pertemanan dan sebuah janji yang mengawali sebuah kehancuran hidup itu adil kok,tapi tidak denganku kenapa? kenapa aku tidak seberuntung orang lain? apa yang salah denganku? bahkan,orang-orang terdekatku pun tak mendukung keberadaanku. Dan disaat aku mencapai bahagia,aku dijatuhkan sejatuh-jatuhnya dengan perasaan kehilangan. Sebuah kehilangan yang membuatku hancur. Hancur bertubi-tubi. Kehilangan itu berderet menimpaku. Semua yang kusayang pergi. Semua menghilang. Dan aku? Aku masih disini,menunggu keajaiban datang dan kebahagiaan itu kembali padaku seperti sebelum aku kehilangan mereka dalam hidupku. just fiction,not real. but,I will be a sad person if this happens in my life, or in the life of someone I know.
All Rights Reserved
#173
kosong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • RadenRatih
  • 30 Hari Menuju Kematian [✓]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • about us and him ✔️
  • Last Twilight
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • KANARA [COMPLETED]
  • Verronica (COMPLETED)
  • Not Me
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines