Let Me In

Let Me In

  • WpView
    Reads 74,800
  • WpVote
    Votes 1,520
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Caroline Sammantha Rollen 20 thn, perempuan manis tapi aneh yang benci akan kesunyian dan kesendirian. Perempuan trauma akan cinta. Kejadian yang membuat dia membenci laki laki. Tetapi, itu semua berbanding terbalik saat tidak sengaja dia melihat sosok pria yang entah mengapa menjadi candu untuknya. Jufanovic Asfarel Marteen 38 thn, pria tampan yang sialnya dingin. Pecinta kesunyian dan kesendirian. Benci akan namanya cinta. Benci jika ada orang yang mengganggu hidupnya. Namun, entah mengapa perempuan itu pengecualian untuk dirinya. "Wah rupanya kita bertemu lagi, Mr. Arrogant." "Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu hidupku, Crazy Little Girl?" "Hei, kau percaya diri sekali Tuan. Siapa juga yang mengganggumu. Aku hanya berniat baik untuk menyapa, apa salahnya??!!" "Oh begitu?" Jufan mendekatkan wajahnya pada Carol. "kkk...aauu mmaa...uuu aaa...ppaa??" Cup! Carol membelalakkan mata dan memegangi bibirnya. Jufan hanya tersenyum miring. "Mulut cerewetmu itu seakan mengundang bibirku untuk memakannya, Nona." Jufan meninggalkan Carol yang mematung. "Kkkauuuu!!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Emotion Love
  • Komandan Tampanku
  • My Lovely Cactus | #MC_sekuel
  • HAREM OF OBSESSION [ON GOING]
  • The Brides
  • Sleeping With My Boss
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • BronSAn

"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini terlalu kejam. "Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam. "Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..." "Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang. Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya. "Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan. Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye." Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. "Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... Next to the story→ #1 adult 27/1/22 #1 mature 27/1/22 #5 romance 6/2/22

More details
WpActionLinkContent Guidelines