Kekaguman
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 10, 2018
Oh, inikah ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu, sesuatu yang menyentuh naluriku? Ini ternyata takdir, Delia. Dalam deras hujan, aku melihat tiga orang tim SAR membopong tubuhmu yang telah terbujur kaku. Aku tak kuasa menahan pedihku. Aku terseduh. Kesedihan terdalam meretas jiwaku. Dari linangan airmataku, aku masih sempat melihat semangatmu, cintamu pada duniamu... terpancar dari wajahmu yang beku... Sekarang kamu telah tiada, Delia. Tapi kekagumanku terhadapmu tak kan pernah ada ujungnya. Tak ada tepi, tak ' kan mati...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Naura & Lukanya
  • FRIENDzone (Completed)
  • TAKDIR
  • FIZYA
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • Peluk Luka Hujan
  • LOVE IS NOT A CHOICE
  • That One Glimpse Love

" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines