Nocturna Avenue

Nocturna Avenue

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 10, 2018
WpInfo
Fanfic
EXO
Ata mengagumi bagaimana Matahari Senja masuk dalam hidupnya. Walaupun hanya berupa karakter dalam cerita fiksi, Ata menghidupkannya kembali dalam angan yang berimbas pada bentuk cinta yang lain; Ata mencintai senja. Karena bagi Ata, Matahari Senja sudah pasti seindah senja. Namun, itu justru membuatnya tidak percaya untuk dicintai. Ata jelas membatasi diri, menjaga hati untuk tidak terjatuh. Ata bilang, "Gue nggak bisa percaya sama hal-hal kayak gitu. Ini teritorial ternyaman bagi gue." "Ternyaman buat apa?" "I-iya, ternyaman. Buat nggak jatuh cinta--yang bener-bener jatuh cinta," ucap Ata gamang, lantas menunduk untuk menghindari sepasang bola mata berwarna hitam di hadapannya. Sekelebat ingatan tentang mata itu hadir. Bagaimana kilau kehitamannya berubah menjadi indah, membias serentak dengan senja ketika mereka tidak sengaja bersama dalam waktu yang terasa melambat. [] Rabu, 11 Juli 2018.
All Rights Reserved
#155
aboutyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Sang Bumi Pengagum Senja
  • Bad Girl VS Bad Boy *Sudah Terbit
  • If i.. (Sudah Terbit)
  • Sahabat Dan Dilema
  • Langit.
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Senja dan Langitnya
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Diary [COMPLETED]
  • Senja Untuk Angkasa[On Going]

Hatinya sangat sedih... Hatinya sangat kacau... Dia sedang terpuruk .... Tidak ada bulan sabit yg melengkung ke atas nya... Tidak ada tatapan yang selalu berbinar di matanya... Tidak ada pelangi di sampingnya... Tidak ada cahaya yang selalu menyinari harinya.... Hanya warna hitam dan abu-abu yang di lihatnya... Harinya penuh dengan kesuraman.... Bulannya sudah pergi.... Awan Hitam sudah mengambil bulannya.... Tidak ada bulan yg menyinari nya saat malam.... Hanya langit hitam yg di lihatnya.... Dan dia di pertemukan dengan sang senja.... Hanya sang senja yang menemaninya.... Hanya sang senja yang menyinari nya saat fajar.... Senjalah yang membentuk bibir nya seperti bulan sabit.... senjalah yang membuat matanya berbinar kembali... Senjalah yang menjadi warna favoritnya.... Hanya senjalah yang membuat hatinya bahagia..... Walaupun senja datang nya hanya sebentar.... Tapi itu yang membuat hatinya tenang..... Hari-harinya sudah kembali membaik..... Dan itu berkat sang senja.... Muncul sekejap.... Indahnya selamanya.... Awal publis : 25/04/2023 By, author ( Lidia Lestari )

More details
WpActionLinkContent Guidelines