(Hujan)

(Hujan)

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 15, 2018
-HakCip karakter Om Masashi Kishimoto- "Mohon maaf bila ada persamaan nama tokoh alur cerita nama tempat semua dan adegan karna ini bukan tanpa sengaja di lakukan oleh para profesional mohon jangan di ikuti apalagi untuk bocah zaman now ini zona 14+ hahaha" -Baca sinobsis nya- Tes... Lagi-lagi hujan menitik membasahi bumi Konoha. Memang musim hujan sedang melanda kota indah untuk Dedaunan rimbun yang tampak basah menyejukkan mata siapapun yang melihatnya. Aroma air yang membasahi tanah memberikan sensasi kesegaran tersendiri bagi orang yang menghirupnya. Namun di tengah-tengah orang yang berlaarian mencari tempat teduh, menghindari tetesan air yang basah, ada seorang pemuda yang berdiri tanpa mempedulikan hujan. Tidak, dia tidak gila. Dia masih waras, sangat waras-terbukti dengan pakaiannya yang masih tampak bagus. Rambut pirangnya juga terawat. Hanya saja, cahaya mata sapphire-nya yang tampak mati memberikan aura tidak nyaman bagi siapapun yang meliriknya. Perlahan, tangannya terangkat. Seakan ingin menerima setitik demi setitik lambang air mata langit itu. Tangannya sedikit bergetar ketika rasa dingin dari setetes air itu mengenai kulit tan miliknya, mengantarkan sensasi aneh yang menggelikan ke seluruh tubuhnya. Hingga akhirnya sang pemuda kembali menurunkan tangannya, kembali diam membatu. Diam, tanpa mempedulikan tubuhnya yang basah dan mulai menggigil. Akhirnya ia mengakhiri kesunyian itu dengan sebuah lirihan kecil dari bibirnya. "Aku benci hujan..."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Strawberry Shortcake [√]
  • Cause U R (Levi x Reader)
  • FLOWERS A YEAR TO RAIN
  • Who's Bad?
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Curtain Fall

Kata orang hujan itu pengantar rindu, namun kata pangeran hujan sendiri, hujan itu adalah pengantar kita pada sosok yang dirindu pada temu. Dengan tampang polos Tiara percaya pada ucapan Arka-sipangeran hujan sebelum dia benar-benar pergi meninggalkannya. Namun rasa percayanya itu seakan luntur saat setiap kali dia bertemu hujan namun tak juga bertemu Arka. Dia rasa Arka berbohong kepadanya, benar kata orang, Hujan itu penghantar rindu, bukan pengantar sosok rindu pada temu. Tiara tersenyum miris seraya bermelodi, " kata kamu kita akan bertemu diantara rinai hujan, tapi kenapa sampai sekarang kau belum juga datang? " ujar Tiara membatin, mengedarkan pandangnya pada jalan yang lengang. "Apa kita akan bertemu? " ucapnya saat didapatinya masing-masing raut wajah diantara hujan. Apa Tiara akan bertemu dengan Arka? Simak ceritanya berikut ini... Hallo guys, ini kisah bahasa rindu yang baru, sengaja tak ubah judulnya karena gak semua bagian itu selalu rindu semoga kalian suka 😍 I love you all the readers 😘 tertanda umisa graphein. sinopsis masih di jalan, ini cuma sepenggal kisah

More details
WpActionLinkContent Guidelines