EL AIRE LIBRA

EL AIRE LIBRA

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 29, 2018
Keadaan yang mencekam. Gelap. Sunyi. Disana tampaklah sesosok pemuda yang berdiam diri disana. Di alam yang berbeda, ia merasakan sesuatu yang cukup membuat dirinya semakin hari semakin aneh. Sesosok pemuda tersebut tak mampu mati. ____________________________________ "Berhenti menggangguku! Aku sungguh muak denganmu. Pergilah dari hadapanku!" titah sesosok pemuda yang kini telah memancarkan amarahnya. Wajahnya yang perlahan semakin memerah karena amarah. Matanya pun sudah berubah warna menjadi merah. "Maafkan saya, tuan. Saya sungguh minta maaf. Beri saya satu kesempatan lagi." pinta sesosok gadis yang kini telah bersujud meminta maaf. "Tidak! Aku tidak ingin memberimu kesempatan lagi! Sekarang, kau pergi dari sini!" titahnya lagi dengan sangat marah. Dengan pasrah, gadis tersebut mengangkat badannya lesu menuju gerbang depan, ia tak tahu setelah ini, kejadian apa yang akan menimpanya. ____________________________________ Pemuda itu masih merenungkan nasibnya yang akan terjadi nanti. Ia tak ingin membuat keluarganya menjadi sedih, meskipun bukan keluarga kandung. "Ayah. Mengapa kau mengusirku? Kesalahan apa yang kuperbuat?" tanyanya dalam hati sembari menekan dadanya sendiri menahan sakit yang ia rasakan saat ini. Hatinya sangat sakit, sungguh sakit. ____________________________________ Tak semua iblis mampu merasakan sakit yang mendalam. Tak semua manusia mampu menahan sakit yang ia rasakan. Tak semua hewan mampu menahan siksaan mereka, keadaan mereka yang selalu dikurung dan harus menetap ditempatnya kecil. Tak semua tanaman mampu merasakan hidupnya yang selalu ditebang oleh penebang liar. Tak semua benda mampu merasakan sakit yang dilandanya dikarenakan saat ia sudah usang, pasti akan dibuang, atau akan digantikan dengan benda yang baru. ________________________________ Story by : bitayusfie
All Rights Reserved
#8
belphegor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Take It : Hae/Cal (ON HOLD)
  • Suamiku Yang Dingin (Nahyuck) (DROP)
  • ALVIN (On Going)
  • Forget me not
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • C L O S E R . [REVISI]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Disclaimer : ||Cerita ini tidak ada sangkut-pautnya dengan member yang terkait|| ______________________________________________ Haechan tak secerah ketika berada dalam konten-konten NCT. Laki-laki itu, yang dulunya bersinar di atas panggung, perlahan meredup oleh luka dan pengkhianatan yang terus menghimpit. Ia memilih pergi-nyaris mengakhiri semuanya-namun ia teringat akan para fansnya. Senyuman mereka, teriakan mereka, dan cinta yang tak pernah henti... membuatnya ragu untuk benar-benar menyerah. Tepat saat ia sadar akan tindakan berbahayanya, seorang anak laki-laki menabraknya dari belakang dan membuatnya oleng, nyaris terjun bebas dari ketinggian. Remaja itu berdarah, namun masih gigih menahan bobot tubuh Haechan yang hampir jatuh. Dalam hitungan menit, keduanya justru terjun bebas karena keseimbangan di antara mereka menghilang. Sesak, dingin, sakit-semuanya bercampur menjadi satu. Dan begitulah, takdir mempertemukan dua jiwa yang sama-sama hancur, pada malam ketika dunia seakan menutup mata. ______________________________________________ Haechan imut? Minggir dulu. Ini versi Donghyuck yang kebanyakan jadi idaman. Follow✅ Vote♥️ Comment 💌

More details
WpActionLinkContent Guidelines