Story cover for Indigo by ferenalvionita
Indigo
  • WpView
    LECTURES 6,021
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Chapitres 14
  • WpView
    LECTURES 6,021
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Chapitres 14
En cours d'écriture, Publié initialement juil. 11, 2018
Apakah kalian tahu rasanya menjadi berbeda diantara yang lain? Apalagi perbedaan itu bukan perbedaan biasa yang bisa semua orang miliki.

Hal itulah yang dirasakan Eliza. Seorang gadis keturunan Inggris yang terlahir sebagai anak yang memiliki kemampuan indigo, dimana dia bisa melihat dan merasakan keberadaan makhluk halus disekitarnya. 

Bayang-bayang diganggu dan dihantui oleh makhluk halus sudah ia rasakan sejak berumur 3 tahun. Karena terlahir sebagai anak indigo, Eliza kerap lebih menutup diri dan tidak mau untuk keluar kamar, apalagi sekedar keluar rumah dan bertemu orang-orang disekitarnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh orang tua Eliza. Mulai dari meminta bantuan kepada pendeta, orang pintar, tabib bahkan dukun. Tapi semua itu hanyalah sia-sia, tidak ada satupun yang bisa menutup kemampuan khusus Eliza.

Dengan demikian, Eliza tumbuh besar dengan menerima kemampuan tersebut walau kerap merasa takut dan susah tidur setiap harinya. Hal ini terus berlanjut hingga Eliza berumur 16 tahun, ketika hari pertamanya dimulai pada bangku sekolah menengah atas.

Berbagai macam gangguan dari makhluk halus, terror dimana-mana bahkan kasus meninggalnya murid di sekolah tempat Eliza belajar kerap mengancam hidup Eliza. Bukan hanya Eliza, hal tersebut juga menimpa kepada sahabat serta orang yang dia cintai. 

Copyright© By: Rein
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Indigo à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#364ghost
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ), écrit par Erchill112
12 chapitres En cours d'écriture
Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ) cover
Bisikan Hawa cover
Grandes High School (Leslie) (Proses Penerbitan) cover
Sedarah (SUDAH TERBIT) cover
Anak Indigo cover
INDIGO (Pemuja Satan)  cover
Kutukan Tumbal cover
RATS!!! cover
Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat ) cover
bisikan cover

LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )

12 chapitres En cours d'écriture

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))