Hijrahku Yang Berliku

Hijrahku Yang Berliku

  • WpView
    Membaca 923
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Mei 25, 2019
Assalamualaikum ukhti shaliha Allah telah membukakan taufik dan hidayahnya kepada ku oleh karna itu aku ingin berbagi kisah dengan kalian,semoga kisahku menginspirasi kalian Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang berumur 15 tahun memasuki SMK N * palembang ,dia tidak mengenal islam dengan baik ,bahkan tak ada niat untuk mempelajarinya dan berperilaku seperti kebanyakan gadis pada umurnya Dia mengikuti ekskul PMR dan setelah berhenti dia bergabung di ekskul ROHIS walaupun tidak terlalu suka,cara bercanda dan menjaga aurat memang tak seperti wanita Muslimah yang sholeha apalagi alim Tapi itu berubah karena nasehat dari seorang wanita yang bisa dikatakan sebagai *sahabat hijrah bareng* dorongan yang membuatnya berubah juga menimbulkan rasa takut dihatinya Mereka terus memotivasinya hingga sampai dia berubah seperti sekarang tetapi dia bertemu dengan seorang pria yang membuat keistiqomahan nya hampir hilang karena perasaan cinta yang dimilikinya untuk laki laki itu,yang tidak layak untuk dipikirkan olehnya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • "Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~
  • KANALA (TERBIT)
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Imamku Gus Killer [Terbit]
  • Berawal Mengagumi Atau Di Memiliki (TAMAT)
  • Kisah Cinta Gus Zain Dan Ayla
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Diary HijrahKu [COMPLETED✔]
  • senja di matamu
  • Kisahku (Sebelum Hari Itu Tiba) END✔️

Sosok gadis melangkahkan kakinya menjauhi sebuah bangunan yang begitu megah dan mewah. "Tunggu!" jerit seseorang. "Kamu mau kemana?" tanya pemuda itu. "Tidak!" singkat gadis itu sembari menundukkan pandangan. "Maaf! Aku hanya..!" gadis itu belum selesai bicara. Namun pemuda itu nampaknya begitu erat memegang tangannya. "Tolong lepaskan!" jeritnya. "Aku mau tahu jawaban darimu! Mengapa kamu menangis dan mengapa kamu tidak datang ke hari ulang tahunku!" ucap pemuda itu serius. "Astagfirullah! Demi Allah! Tolong lepaskan! Tolong jangan pernah mencari diriku lagi!" ucap gadis itu menghempaskan tangannya. "Kenapa? Apakah salah aku mencarimu? Aku selalu memikirkan dirimu!" ucap pemuda itu yakin. "Tolong jangan pernah! Kita takkan bisa bersama! Walau bagaimanapun kita berusaha! Kalau Allah berkata tidak! Kamu bisa apa? Allah membenci apa yang kita lakukan sekarang! Kamu hanya teman! Bukan lebih! Aku tidak menaruh harapan lebih padamu!" " gadis itu sedikit membentak dirinya. "Kalau aku mengganti agamaku! Apakah kamu mau menerima diriku?" ucap pemuda itu spontan. ••••••••••••••••••••

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan