We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ze
  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap manusia punya kesalahan terbesar bukan? Namun, bagaimana jadinya jika kesalahan tersebut bisa kapan saja meremukkan hati orang yang sangat berharga untukmu? Banyak kata "Seharusnya" mengisi ruang sepi dalam cerita ini, karena memang seharusnya itulah yang terjadi. Terkadang pula egoisme hati dan otak saling berkontroversi memeperebutkan hak terbesar mereka, lalu apa yang harus dipilih? Hati? Atau otak? Saya berharap, kalian bisa mempelajari dengan baik lewat cerita ini untuk sebuah pengajaran hidup. Karena se-tidakmungkin masalah yang membelitmu, akan ada beberapa pemecahan yang harus kalian selesaikan. Belajarlah... Untuk tidak mengucapkan kata "Seharusnya" dalam hidupmu, juga belajarlah... Untuk lebih berhati-hati dalam memilih keputusan. -Cerita ini sedang saya usahakan supaya bisa berlanjut sampai and. Ada cerita baru menuyusul nantinya. Selamat membaca untuk para pembaca, setidaknya saya mengucapkan banyak terimakasih sudah mau membaca tulisan saya ini... Dukung saya, doakan saya, ingatkan saya, dan restui saya... )Salam Nr. Sayyidah Alzm
All Rights Reserved
#45
nila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • ZAWIL
  • ✔Lihat Aku Sekali Saja
  • HE IS MY MINE!
  • KHAIRA
  • save me
  • Assalamualaikum Cinta
  • Alison Zhou And The Beauty Easter | Series 2 Alison Zhou | END
  • IKHBAR

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines