pertemuan pertama kami yang kuanggap sama sekali dengan cara yang kurang baik malah membuat ku terus memikirkannya dan tertarik untuk mendekatinya.
seiring waktu,selama itu aku telah mendekatinya namum dia tetap dingin,sama sekali tidak melihat kepadaku,namun entah kenapa tiba-tiba dia melihat keberadaan ku dan sikap dingin nya perlahan mencair
tapi ternyata sikap nya beralaskan sebuah tujuan yang menyakitkanku yang aku sendiri tidak tahu sama sekali dengan salah ku
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
ku pikir aku mulai menyukainya, wajah dinginnya, senyum kakunya dan semua hal tentangnya, aku tahu dia tak memandangku seutuhnya, namun dapatkah aku berharap mimpi indah itu menjadi nyata?