MILIKKU
  • WpView
    Reads 6,606
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 22, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Semenjak kedatangan seorang gadis yang menjadi mahasiswi baru di kampusnya,Membuat bisma selalu terbayang dengan wajah cantik tanpa polesan make up,sikap nya yang sopan,tutur kata yang lemah lembut serta senyum yang selalu berhasil membuat jantung lelaki itu berdetak lebih kencang.Bisma yang terkesan cuek ke setiap orang yang baru dia kenal,Namun ! Saat pertemuan nya dengan gadis itu membuat nya tiba tiba luluh. Semenjak itu lah untuk pertama kali nya,bisma bertekad untuk memiliki gadis itu. "YOU'RE MINE".
All Rights Reserved
#485
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • CEIYSA STORY (Completed)
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Secret Admirer [ COMPLETE ]
  • The Bad Boy
  • ALEXON [END]
  • Strong Girl Michella (END)
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Aisyah(TAHAP REVISI)

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines