Story cover for Dandelion by Puput_KTH
Dandelion
  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 12, 2018
Dia tak rapuh, hanya saja dia terlalu lengah.
Dia tak cantik, bibir mungilnya terhimpit dua adonan bakpau yang begitu menggemaskan.

Entah kenapa, dia terobsesi dengan kata takdirnya akan buruk. Bodoh bukan? Dia menilai dirinya sendiri.
Dia tak takut akan prediksi takdir yang ia buat, hanya saja dia bosan akan jalannya takdir yang sesuai dengan pikirannya.



"Aku mau hidup kembali," ucapnya ketika dua tangan mungilnya membenarkan letak tali sepatu yang lepas.

"Berarti kamu ingin mati dong," anak laki-laki disampinya bersuara.


Gadis kecil itu menoleh, dan mendengus setelahnya. 

"Mati itu kata Ayah sakit banget. Aku nggak mau mati... Tapi.."


"Tapi," mata indah lelaki itu mengerjap lucu.

"haishhh, ayo cepat!" perempuan kecil itu menarik lengan lelaki disampinya spontan.

Langkah kaki keduanya berlari beriringan dengan gandengan tangan yang semakin erat perempuan itu genggam. Tampak perlahan lelaki itu perlahan membalas genggamannya semakin kuat.


"Jangan mati... Jangan pergi... Jangan diam.... Luna!" entah mengapa hati lelaki itu menghangat kala seruan keras yang ia batin seakan benar-benar nyata.
All Rights Reserved
Sign up to add Dandelion to your library and receive updates
or
#1squishy
Content Guidelines
You may also like
Human Living (Slow update) by kecoaterbang__
20 parts Ongoing
## "Suruh bawain apa?" tanya Samuel. "BAAAWAAA DIAAA KEMBALIII!!!" Nyanyi Agam begitu lantang. ### "Han, nih ayam kalau gue sembelih boleh nggak?" tanya Jehan sambil menatap ayam kesayangan Farhan dengan penuh nafsu. "Otong lo gue potong dulu baru boleh sembelih tuh ayam!" gertak Farhan. ### "Kayak biasa mas?" ucap penjual bubur kacang ijo. "Iya, biasalah cuma jadi bahan pelampiasannya doang," balas Bima sambil meringis sedih. ### "Ya Tuhan kehidupan dewasa macam apa ini?!" keluh Lian ketika disuruh ngerjain tugas kantor yang nggak kelar-kelar. "Yang semangat, masih ada Mail sama Mei-mei yang belum nikah," saut Gibran dengan santainya sebagai seorang pengangguran terselubung. "Ada nggak sih portal masuk Isekai? Gue pengin jadi raja iblis dan menguasai dunia, punya anak 5, hidup sampai tua, dan mati dengan bahagia," ucap Lian yang sudah muak dengan laptop yang menjadi saksi bisu atas kerja kerasnya. "Yuk, ke psikolog, gue yang bayarin...." ___________________________________________________ Luangin waktu untuk merefresh pikiran itu salah satu cara bertahan hidup lho, jadi nggak pa-pa kok sesekali hidup dibuat santai:) Ditempat ini tersedia cowok-cowok ganteng dimana kalian bisa milih sambil merem pun nggak bakal rugi🌝🔥 Sekawanan bujang yang mencoba untuk bertahan hidup meski harus berhadapan dengan gempuran kehidupan dewasa yang sangat diluar prediksi BMKG bahkan dukun sekalipun tak mampu memprediksi adegan dewasa ini serta harus survive dengan keanekaragaman bentuk manusia yang super-super unik. Yang penting waras❌ Yang penting hidup ✅ Manusia (opsional) Pokoknya nggak ada tokoh utama, nggak ada konflik berat, yang ada cuma tingkah laku mereka yang mirip sama bocah paud. Tersedia 20 bujang, jadi tinggal pilih mau yang mana:) Cerita yang cocok buat kamu yang lagi butuh genre santai tapi dapet juga hikmah di setiap chapter nya:)
𝒂𝒅𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒅𝒊 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒌𝒖 𝒔𝒎𝒑 #𝑺𝒀𝑨𝑸𝑬𝑬𝑳🌠  [SELESAI] by emilkoreo
128 parts Complete
[WARNING!, BANYAK TYPONYA] "𝒆𝒉 𝒔𝒚𝒂 𝒕𝒖𝒉 𝒂𝒒𝒆𝒆𝒍𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝑫𝒂𝒕𝒆𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝒌𝒂𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒏𝒚𝒂𝒓𝒊𝒊𝒏!" .𝑼𝒄𝒂𝒑 𝑲𝒆𝒊𝒔𝒉𝒂 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝑹𝒂𝒔𝒔𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒏𝒂𝒅𝒂 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕 𝒌𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒑𝒂𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒂𝒒𝒆𝒆𝒍𝒂. "𝑨𝒑𝒂𝒂𝒏 𝒔𝒊𝒉 𝑳𝒖𝒉!."𝒖𝒄𝒂𝒑 𝑹𝒂𝒔𝒔𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒖𝒌𝒖𝒍 𝑲𝒆𝒊𝒔𝒉𝒂. 𝑫𝒂𝒏 𝒂𝒒𝒆𝒆𝒍𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒎𝒑𝒊𝒓𝒊 𝑲𝒆𝒊𝒔𝒉𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒔𝒚𝒂. "𝑨𝒑𝒂?!."𝒖𝒄𝒂𝒑 𝒂𝒒𝒆𝒆𝒍𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒌𝒂 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂. "𝑵𝒈𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒑𝒂²,𝑲𝒆𝒊𝒔𝒉𝒂 𝒎𝒂𝒉 𝒏𝒈𝒌 𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒅𝒊 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓".𝒖𝒄𝒂𝒑 𝑹𝒂𝒔𝒔𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒖𝒌𝒂 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒓 𝒋𝒖𝒈𝒂. "𝑶𝒉." 𝑼𝒄𝒂𝒑 𝒂𝒒𝒆𝒆𝒍𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝒌𝒂𝒏 2 𝒍𝒆𝒍𝒂𝒌𝒊 𝒊𝒕𝒖. "𝑮𝒊𝒍𝒂 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒕𝒖𝒉 𝒄𝒆𝒘𝒆𝒌."𝒖𝒄𝒂𝒑 𝑹𝒂𝒔𝒔𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒍𝒊𝒑𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂. "𝒀𝒆𝒆𝒆 𝒌𝒂𝒚𝒂 𝑳𝒖𝒉 𝒏𝒈𝒌 𝒂𝒋𝒂 𝒄𝒊𝒑𝒍𝒖𝒌!."𝒖𝒄𝒂𝒑 𝑲𝒆𝒊𝒔𝒉𝒂. . . . ⚠️𝒅𝒊 𝒍𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒆𝒓𝒂𝒔 𝒄𝒐𝒑𝒚 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒆 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊⚠️ ~𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒎𝒆
Bulan Bintang by sugaring__cookie
4 parts Ongoing
Ia yang dijuluki Bintang, Skayara Bintang Adhiyaksa. Ia bukan langit yang dipuja, tapi serpih cahaya kecil yang berusaha tetap menyala di tengah gelap. Seorang penghuni pagi yang berjalan dalam sunyi, membelah dingin dengan sepeda motor renta yang kini lebih sering batuk daripada berjalan. Hidupnya adalah barisan luka yang diolesi senyum retak tapi tetap indah. Setiap hari ia menjamu waktu dengan aroma kopi dan kepulan harapan hidup. Tangannya menari di antara cangkir dan kerinduan yang diam-diam ia telan dalam hirupan pertama. Ia menyapa dunia dengan tutur lembut, walau isi hatinya dipenuhi tanda tanya: "Sampai kapan aku harus kuat?" Tak banyak yang melihat kehidupannya, tapi ia adalah puisi berjalan disusun dari kepingan lelah, dipoles oleh harap. Ia tak bersinar terang, tapi cukup gemerlap untuk diingat oleh langit yang pernah kehilangan bintangnya. Ia yang dinamai Bulan, Raespati Bulan Sadipta. Lelaki itu adalah senyap yang bersuara. Diamnya bukan karena tak peduli, tapi karena ia menyimpan terlalu banyak sakit yang tak sanggup diucapkan kata-kata. Ia tinggal di antara deru mesin dan debu jalanan, di mana suara knalpot adalah musik, dan peluh Tangannya kasar seperti jalanan rusak, tapi setiap gerakannya adalah sajak membenahi yang rusak, menyambung yang patah, menghidupkan yang mati. Bengkelnya kecil, nyaris tersembunyi oleh waktu, tapi hatinya luas, menyimpan matahari yang enggan terbit. Ia tak mencari dunia. Ia hanya ingin bertahan. Hidupnya adalah malam panjang yang ditemani bulan sabit: separuh terang, separuh gelap, namun tetap bertahan menggantung di langit. Dan dalam diamnya, ia berharap seseorang akan datang bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk duduk bersamanya dalam sunyi.
You may also like
Slide 1 of 9
Human Living (Slow update) cover
𝒂𝒅𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒅𝒊 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒌𝒖 𝒔𝒎𝒑 #𝑺𝒀𝑨𝑸𝑬𝑬𝑳🌠  [SELESAI] cover
TIC TOC [√ COMPLETED] cover
Bulan Bintang cover
Penuh Luka (On Going) cover
Aqilla cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
RASSYA [ON GOING] cover
KISAH TANPA ENDING ✓ cover

Human Living (Slow update)

20 parts Ongoing

## "Suruh bawain apa?" tanya Samuel. "BAAAWAAA DIAAA KEMBALIII!!!" Nyanyi Agam begitu lantang. ### "Han, nih ayam kalau gue sembelih boleh nggak?" tanya Jehan sambil menatap ayam kesayangan Farhan dengan penuh nafsu. "Otong lo gue potong dulu baru boleh sembelih tuh ayam!" gertak Farhan. ### "Kayak biasa mas?" ucap penjual bubur kacang ijo. "Iya, biasalah cuma jadi bahan pelampiasannya doang," balas Bima sambil meringis sedih. ### "Ya Tuhan kehidupan dewasa macam apa ini?!" keluh Lian ketika disuruh ngerjain tugas kantor yang nggak kelar-kelar. "Yang semangat, masih ada Mail sama Mei-mei yang belum nikah," saut Gibran dengan santainya sebagai seorang pengangguran terselubung. "Ada nggak sih portal masuk Isekai? Gue pengin jadi raja iblis dan menguasai dunia, punya anak 5, hidup sampai tua, dan mati dengan bahagia," ucap Lian yang sudah muak dengan laptop yang menjadi saksi bisu atas kerja kerasnya. "Yuk, ke psikolog, gue yang bayarin...." ___________________________________________________ Luangin waktu untuk merefresh pikiran itu salah satu cara bertahan hidup lho, jadi nggak pa-pa kok sesekali hidup dibuat santai:) Ditempat ini tersedia cowok-cowok ganteng dimana kalian bisa milih sambil merem pun nggak bakal rugi🌝🔥 Sekawanan bujang yang mencoba untuk bertahan hidup meski harus berhadapan dengan gempuran kehidupan dewasa yang sangat diluar prediksi BMKG bahkan dukun sekalipun tak mampu memprediksi adegan dewasa ini serta harus survive dengan keanekaragaman bentuk manusia yang super-super unik. Yang penting waras❌ Yang penting hidup ✅ Manusia (opsional) Pokoknya nggak ada tokoh utama, nggak ada konflik berat, yang ada cuma tingkah laku mereka yang mirip sama bocah paud. Tersedia 20 bujang, jadi tinggal pilih mau yang mana:) Cerita yang cocok buat kamu yang lagi butuh genre santai tapi dapet juga hikmah di setiap chapter nya:)