Story cover for Dandelion by Puput_KTH
Dandelion
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 12, 2018
Dia tak rapuh, hanya saja dia terlalu lengah.
Dia tak cantik, bibir mungilnya terhimpit dua adonan bakpau yang begitu menggemaskan.

Entah kenapa, dia terobsesi dengan kata takdirnya akan buruk. Bodoh bukan? Dia menilai dirinya sendiri.
Dia tak takut akan prediksi takdir yang ia buat, hanya saja dia bosan akan jalannya takdir yang sesuai dengan pikirannya.



"Aku mau hidup kembali," ucapnya ketika dua tangan mungilnya membenarkan letak tali sepatu yang lepas.

"Berarti kamu ingin mati dong," anak laki-laki disampinya bersuara.


Gadis kecil itu menoleh, dan mendengus setelahnya. 

"Mati itu kata Ayah sakit banget. Aku nggak mau mati... Tapi.."


"Tapi," mata indah lelaki itu mengerjap lucu.

"haishhh, ayo cepat!" perempuan kecil itu menarik lengan lelaki disampinya spontan.

Langkah kaki keduanya berlari beriringan dengan gandengan tangan yang semakin erat perempuan itu genggam. Tampak perlahan lelaki itu perlahan membalas genggamannya semakin kuat.


"Jangan mati... Jangan pergi... Jangan diam.... Luna!" entah mengapa hati lelaki itu menghangat kala seruan keras yang ia batin seakan benar-benar nyata.
All Rights Reserved
Sign up to add Dandelion to your library and receive updates
or
#3bersepeda
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
TUBUH GADIS NERD [END] cover
VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ] cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
𝐅𝐈𝐍𝐀𝐋 𝐑𝐄𝐕𝐄𝐍𝐆𝐄 ~LANA FEAT ALL PEOPLE AT THE SCHOOL cover
Cold Man? -JKLM. cover
Aqilla cover
KISAH TANPA ENDING ✓ cover
Penuh Luka (On Going) cover

TUBUH GADIS NERD [END]

31 parts Complete

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah