Pohon Angker dan Gula-gula

Pohon Angker dan Gula-gula

  • WpView
    Reads 399
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 10, 2020
Seorang yang misterius, tak berteman dengan manusia, earphone yang selalu menancap di kupingnya dan wajah yang selalu tertutup buku, itulah Moza Adhinata. Si "Pohon Angker" dari SMA GIS. Fokus bagai laser adalah moto hidupnya. Selepas SMA ia akan meluncur menuju University de Milan Italia. Nyaris sekali atau paling tidak tinggal selangkah lagi, semua terealisasi sebelum ia bertemu dengan Geng "The Bozz" yang beranggotakan Utada Jun si anak dubes, Ryan si model majalah dan Ghozy si pemborong medali matematika. Dan bagaimana hidupnya carut marut setelah hatinya disengat cinta oleh salah satu anggota the Bozz, memporak porandakan segala rencana hidupnya yang telah ia susun rapih. Jadi selamat membaca ya teman??
All Rights Reserved
#119
faith
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun di Ujung Semanggi
  • My brother is my Prince
  • ERLANGGA (SUDAH TERBIT)
  • ArTian (Completed)
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • School Scandal ✓
  • SEPUPUMU ADALAH MILIKKU (TAMAT)
  • Salah Mantan (End)
  • 2nd Bite of The Cherry

Aslan kembali setelah enam tahun, sebagai orang yang tak pernah Lea kenal. Gerak-geriknya masih lembut, senyumnya tetap bisa memanaskan pagi yang dingin, tapi sorot matanya menyimpan musim yang berbeda. Seolah ada badai yang sudah lama reda walau belum sempat dilupakan. Aslan menjadi teka-teki yang tak ingin dipecahkan, dan justru karena itulah hati Lea tergelincir padanya. Lea tahu: ada perasaan yang seharusnya tak tumbuh di antara akar persahabatan. Tapi rasa itu hadir seperti embun di ujung daun semanggi-tak diminta, tak dirancang. Seindah harapan kecil yang tak pernah dijanjikan akan bertahan. Aslan yang dulunya magnet bagi masalah, kini menjadi benteng perlindungan Lea. Dan Lea hanya ingin satu hal: kejujuran, sepahit apa pun itu. "Aku gak bohong waktu bilang kalau kamu perempuan paling keren yang pernah kukenal. Wajar, aku suka kamu. Apa menyukai kamu itu suatu kesalahan-atau satu-satunya kebenaran yang masih tersisa dari kita?" Judul sebelumnya: Jakarta's Hidden Melody

More details
WpActionLinkContent Guidelines