My Sun Rays [END]

My Sun Rays [END]

  • WpView
    Reads 20,204
  • WpVote
    Votes 1,065
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
21 juli 2018 - 05 January 2020 "Panggil aku Sunrays..." mendengar suara yang berasal dari arah pintu, Zanissa menoleh. Ia mendapati Mevia yang semringah menatapnya. Mevia berjalan menuju Zanissa lalu bersandar pada dinding. "Aku... sinar yang menerangi hidupmu-" "Sinar apa? Aku bukan Sunrays... jangan panggil aku Sunrays, kalau kamu menemukan sinar yang lebih terang dariku." Zanissa menghela napas lalu berjalan menuju tempat tidur. Ia duduk selonjoran masih dengan secangkir latte macchiato di genggamannya. "Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta." -Fakhri Gentamas- ©copyright 2018
All Rights Reserved
#80
sun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • LIFE TO HEAL
  • Hajimatta [END]
  • BE WITH YOU (END)✔
  • About Meet (COMPLETED)
  • Life Of JOY || Terbit; AlineaPublishing
  • Mitologi Cinta [Tamat]
  • Who? (Tamat / Pindah)
  • LEARA
  • Ginalisa (TERBIT)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines