HUG ME, BUNNY !

HUG ME, BUNNY !

  • WpView
    Reads 441
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 4, 2018
"Andai aku bisa memelukmu sekali lagi hanya untuk saat ini di malam ini, aku mungkin tak akan pernah melepaskannya. Atau mungkin aku akan memberimu kesempatan kedua untuk menjelaskan kata yang tak sempat kau ucap. Tapi apalah arti saat ini ? Ntah aku harus marah, kecewa, menangis bahkan bahagia. Aku sama sekali tidak bisa mendefinisikannya dalam sebuah tindakan. Apa aku benci kenyataan ini ? Tentu. Aku benci pada kenyataan ini, kenyataan dimana aku harus menerima bahwa semua ini bukan permainan dunia. Semua ini nyata ! Dan kamu benar benar sebuah ilusi sekarang. Nyatanya saat ini kamu hanya sebuah bayangan masa lalu yang hinggap sampai detik ini mungkin untuk selamanya dan tak akan pernah hilang dari dalam memoriku. Kamu tetaplah kamu, cinta kedua untuk selamanya. " -Ruby Rimayra Ini kisah mereka, kisah di mana mereka merasakan bahwa tak selamanya apa yang di harapkan akan terjadi dan sesuai. Saat bersama. Dimana mimpi itu harus hilang karena pengorbanan. JADI INGIN TAHU BAGAIMANA KISAHNYA? YOK DIBACA ? Copyright ©2018 Sindi Purnawati
All Rights Reserved
#125
fun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • [END] Blind Rainbow
  • FRIENDzone (Completed)
  • AURORA
  • Setelah Kita Putus (Sudah Terbit)
  • DENNIES
  • About kevin (End)✅
  • Waktu?
  • Sejenak Luka

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines