My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend

  • WpView
    Membaca 33
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 2, 2018
Berusaha menjadi Ayah dan Bunda bagi kedua adiknya. Reyhan Dirga Paleva harus berusaha keras membagi perhatian dan kasih sayang antara dirinya dan kedua adiknya. Dia tidak sempat berpikir untuk mencari kekasih karena menurutnya kedua adiknya masih butuh kasih sayang darinya. Sampai akhirnya hadir seorang wanita yang mampu mengubah hidupnya. [Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri] Jika ada kesalahan ejaan, kata atau kalimat mohon maaf. (NO COPAS)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#923
rey
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Adena : "Cinta Tanpa Nama"
  • Pelukan Setelah Hujan
  • Zero-sum Love [FIN]
  • My Friend My Love
  • Aqsanna
  • Menggapai Bintang
  • PAPA UNTUK RHEA: Ethereal Legacy
  • Cinta Lokasi

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan