Story cover for Nayna by abilaAsikel
Nayna
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 13, 2018
#one heart

Sepi
Sendiri
Dingin
Mungkin tiga kata diatas bisa mencerminkan seorang perempuan yang sedang merasa terpuruk saat ini.

Dia seumpama hujan,mendung,gelap dan bahkan di sertakan petir.

Dia tegar meskipun membutuhkan waktu yang lama agar hujan reda dan pelangi tiba.

Ketika nayna tanisya&reyzil anggara bertemu.


**********

Aku harap cerita aku ini menjadi salah satu cerita yg akan kalian nantika  kedepan.
All Rights Reserved
Sign up to add Nayna to your library and receive updates
or
#2sarina
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Cerita Tentang Zeeya cover
rain untuk senja cover
I LOVE RAIN�🌧 cover
Jingga Memang Untuk Matahari (Fanfiction Jingga dan Senja Series) cover
Rainangkasa [TERBIT]✅ cover
Cintai Aku Hingga Senja Usai (TAMAT) Open PO cover
SENANDIKA (Zeedel) cover
Kisah yang Tertunda cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover

Cerita Tentang Zeeya

20 parts Complete

Bukan tentang senja yang terlupa, melainkan tentang fajar yang memberi kita rasa. Suatu hari, adakalanya kita menemui kesulitan. Dan hari berikutnya, akan merasakan pencapaian yang luar biasa. Lalu suatu hari, akan jatuh lagi dan merasa tertekan. Lalu kamu menghela napas, berpikir tidak bisa menanganinya lagi. tapi kemudian, kamu melihat sesuatu yang lucu dan tertawa. Kamu makan sesuatu yang enak dan rasanya lezat. Dan kamu merasa senang saat melihat seseorang yang kamu sukai. Kurasa ini adalah sebagian dari hidup, bukan? tapi begini, semua suka dan duka ini terkadang sangat melelahkan. Semua ini menjadi sangat melelahkan, tapi meskipun demikian, hidup masih berlanjut, waktu tak berhenti. Angin masih berhembus menerpa dedaunan hingga gugur, air masih mengalir ke tempat yang ia tuju. Cerita itu tidak memiliki akhir, karena semua akhir adalah awal yang baru, Cerita ini tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita terpaku diantara tiga fase itu. Dan pada akhirnya pun semua orang akan pergi, meskipun sudah kita genggam erat sepenuh hati. . . . . Catatan dari Zeeya.