Kisah Tidak Berjudul

Kisah Tidak Berjudul

  • WpView
    Reads 3,803
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 85
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 27, 2020
Ini adalah puisi puisi yang sebagian besar mendeskripsikan luka. Cerita tentang saya dan seorang tuan yang kadang saya sebut "anda". Ditulis pada tengah malam. Tentang seorang penikmat luka yang selalu takjub pada senja dan segala cerita di dalamnya. Selamat menikmati sajak luka saya para pembaca yang kuat!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LENGKARA
  • ANTOLOGI CERPEN KENANGAN
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • BARA [END]
  • My Poems!
  • Just Words
  • AlfAbel [END]
  • Between Two Heart's
  • AKHIR DARI KISAHKU
  • ANGEL (END)
LENGKARA

Tolong matikan saja aku. Aku sudah muak dengan dunia. untuk apa hidup, jika hati sudah lama mati. Kane Navulia Chrysander. Aku tidak meminta banyak pada dunia. Hanya bahagia. Tapi kenapa aku tidak mampu punya? Larissa Siofra Hysteria. *** Fra dan Kane sengaja di pertemukan takdir untuk mencari bahagia yang hilang. Saling terluka dari cerita yang berbeda. Di dewasakan oleh luka. Mereka menarik simpul yang sama bahwa bahagia adalah bentuk lengkara untuk mereka punya. Dua sudut pandang semesta mendewasakan manusia karena luka. Kane yang berasal dari latar belakang broken home, yang kelahirannya ke bumi dianggap kesialan. Dan Fra yang berasal dari keluarga yang utuh tapi hampir runtuh, secara fisik keluarganya bersama namun secara hati keluarganya bercerai, kabar bahagianya Fra adalah anak tengah, selalu salah dan mengalah. Keduanya hampir mati, jika semesta tidak cepat mempertemukan mereka. **** LENGKARA bercerita tentang dua anak manusia yang di pertemukan karena luka yang hampir sama. Nyaris ingin menyerah. Bersama melalui ruang gelap mereka mencari terang. Tenang yang tak kunjung datang, keduanya ingin pulang. *** Siapkan hati kamu dalam membaca LENGKARA. Jangan lupa sedia tissue, jika kamu tidak menangis dari awal sampai akhir saat membacanya, berarti ada yang salah dengan hati mu. Selamat datang, dan bertamu lah dengan senyum yang tenang. Jangan tersesat, ingat kamu hanya tamu, aku hanya mengingatkan, barangkali kamu akan lupa jalan pulang jika sudah terlalu nyaman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines