VENGANZA

VENGANZA

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 13, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Plak...plak...plak." suara sepatu terdengar di koridor lantai satu sebuah perusahaan. Semua orang menunduk sopan kepada pemilik suara sepatu tersebut. "Saya minta perhatian nya." ucap seorang perempuan. Semua yang berada di koridor mengangkat kepalanya. "Saya ingin memperkenalkan seseorang yang paling penting di perusahaan ini." Semua yang disana mulai berbisik-bisik. "Tenang dulu." Semuanya pun kembali diam tanpa suara. Tanpa teriakan dari perempuan tersebut sudah membuat mereka terdiam. Seorang perempuan lainnya memegang sebuah mic dan mulai berbicara. "Saya adalah Alfiana Zurich bisa panggil saya Nona Fiana. Pemilik perusahaan terbesar di Eropa. Tolong bantuan dan kerja samanya. Sekian Terima kasih." ucap Fiana. Fiana dan para pengawalnya pergi ke ruangan Fiana. "Selamat bekerja nona semoga betah disini." ucap perempuan tersebut dan berlalu dari hadapan Fiana. "Sebentar lagi Alfi. Tunggu saja."
All Rights Reserved
#1
dendamjadicinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hana untuk Hanan
  • DEVIAN [ END ]
  • Great Agent and Genius Girl ✔
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • Dinginmu Tak Mampu Membekukan Cintaku
  • the other side
  • QUEEN ZELLA
  • ELARD DAN ZIA (END✅)
  • i hate you bossy!

Hana, gadis sederhana lulusan S1 Administrasi Perkantoran, sedang berjuang mencari pekerjaan di tengah kerasnya dunia kerja pasca pandemi. Tanpa sengaja, ia melamar ke Addin Corp, sebuah perusahaan besar yang sedang membuka lowongan sekretaris CEO. Yang tidak ia sangka: CEO-nya adalah Hanan, mantan pacar semasa SMA yang kini telah menjelma menjadi pria dingin, sukses, dan sulit ditebak. Dulu mereka berpisah karena kesalahpahaman besar yang tak pernah diselesaikan. Kini, Hana harus bekerja langsung di bawah Hanan. Masa lalu yang belum selesai perlahan-lahan kembali mengusik, membuat batas profesionalitas dan perasaan menjadi kabur. Akankah mereka bisa berdamai dengan luka lama, atau justru kembali terjebak dalam lingkaran rasa yang sama? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines