VENGANZA

VENGANZA

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 13, 2018
"Plak...plak...plak." suara sepatu terdengar di koridor lantai satu sebuah perusahaan. Semua orang menunduk sopan kepada pemilik suara sepatu tersebut. "Saya minta perhatian nya." ucap seorang perempuan. Semua yang berada di koridor mengangkat kepalanya. "Saya ingin memperkenalkan seseorang yang paling penting di perusahaan ini." Semua yang disana mulai berbisik-bisik. "Tenang dulu." Semuanya pun kembali diam tanpa suara. Tanpa teriakan dari perempuan tersebut sudah membuat mereka terdiam. Seorang perempuan lainnya memegang sebuah mic dan mulai berbicara. "Saya adalah Alfiana Zurich bisa panggil saya Nona Fiana. Pemilik perusahaan terbesar di Eropa. Tolong bantuan dan kerja samanya. Sekian Terima kasih." ucap Fiana. Fiana dan para pengawalnya pergi ke ruangan Fiana. "Selamat bekerja nona semoga betah disini." ucap perempuan tersebut dan berlalu dari hadapan Fiana. "Sebentar lagi Alfi. Tunggu saja."
All Rights Reserved
#289
ian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EDELINE [END]
  •  BECOME THE PET OF THE FEMALE MAFIA [ END ]
  • DEVIAN [ END ]
  • the other side
  • Great Agent and Genius Girl ✔
  • i hate you bossy!
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • Duda Dingin Suamiku | Fiki Un1ty | End
  • senior Dingin Itu Suamiku

SEQUEL "ALEXIO" [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] DON'T COPY MY STORY❌️‼️ 18+ Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx. *** Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah? *** "Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh. Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline. "For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini. Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya. *** "X," ucap Edeline pada akhirnya. Alexio yang mendengar itu tersenyum miring. Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya. "Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines