غلاف قصة Senggang بقلم gaspberry
Senggang
  • WpView
    مقروء 15
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
  • WpView
    مقروء 15
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
مستمرّة، تم نشرها في يولـ ١٣, ٢٠١٨
"Nikah Sha, nikah. Kan enak kalo nikah ada yang bla bla bla." Zasha menulikan telinganya karena sudah hapal diluar kepala tentang benefit menikah dari si A sampai dengan si AA. Tapi pendiriannya tetap. Zasha belum mau menikah. Usianya masih 29, apakah sebuah dosa besar bila ia belum menikah?




Cerita dengan bagian pendek yang ditulis dikala senggang dan punya waktu luang agar imajinasi tidak berkarat. Bisa saja cerita ditulis di sebuah rumah kos Bintaro, bisa pula ditulis dalam perjalan menuju Bandung. Mungkin juga ditulis di dalam KRL, angkot, maupun taksi online.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Senggang إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#12officelove
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Brave to Love You بقلم fourthstar
32 أجزاء مكتمِلة
Shafa kecil tak pernah tahu awal mula ia bisa tinggal di Anugerah. Menjadi bagian keluarga Papa Juan dan Mama Tasya merupakan hadiah terbaik seperti yang Shafa dambakan sejak dulu. Dari keluarganya, Shafa merasakan kasih sayang dan cinta yang tulus. Dari situlah, timbul kepercayaan bahwa kelak akan ada orang lain yang tulus mencintainya. Rasa percaya dirinya tak selalu besar apalagi jika menyangkut soal pertemanan dan pasangan. Banyak keraguan yang turut membayangi. Masa lalunya terkadang masih menghambat Shafa untuk melangkah. Insecure dan overthinking sering timbul tenggelam hingga membuatnya ragu dan tak berani untuk memulai atau melangkah. Gadis itu kerap kali menahan perasaannya muncul ke permukaan. Ia berusaha untuk menjaga hatinya. Hingga interaksi Shafa dengan sosok laki-laki yang sempat menarik dimatanya kian intens. Akankah Shafa berani untuk membuka hatinya ketika ada orang lain yang berusaha keras untuk mendapatkan perhatiannya? Beranikah ia untuk memiliki perasaan pada lelaki itu? Beranikah ia memberikan hatinya untuk lelaki itu? Note: Bisa dibilang ini spin-off dari ceritaku sebelumnya, Believe in You. Cerita ketiga yang aku publish di sini. Cerita ini adalah karya asli dariku. Please, jangan plagiat ya guys! #1 Anugerah - 27/09/2023 #2 Officeromance - 30/09/2023 #1 Wira - 24/11/2023 #2 Shafa - 16/12/2023 #1 Adoption - 22/12/2023 #8 Generalfiction - 28/01/2024 #1 Backstreet - 12/01/2024 #12 Relationship - 17/03/2024 #2 Couple - 28/03/2024 Start : 20 Agustus 2023 End : 29 Oktober 2023 Republish: 9 Maret 2025
DIKANESHA بقلم yunnicunil
16 أجزاء مستمرّة
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"