Perasaan Hujan

Perasaan Hujan

  • WpView
    Reads 3,946
  • WpVote
    Votes 332
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 19, 2018
Sebuah rasa yang pernah singgah dan sudah pudar, kini kembali menghampiri tanpa permisi. Sejahat itukah masa lalu? Atau karena aku terlalu lemah, sehingga kalah dengan rasa rindu. Pagi ini mentari sedang sendu, yang terlihat hanya rintik air yang membasahi jalan didepan rumahku, Rintik yang mengingatkan pada kenangan pahit, Rintik yang datang membawa rindu namun tak terbalas, Rintik yang membuatnya pergi tanpa berpikir aku juga berhak bahagia. Ah, aku benci hujan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • TOXIC!
  • friendship dump
  • harapan yang pupus
  • Shadows of Love
  • Don't call it love!
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • THIS YOU!!?
  • Pacar Sengklek (On going)

Mengapa? Cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati. Haruska aku egois demi cinta? Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan hobby dugem sepertiku. Jawabannya jelas tidak! Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakiti ku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan! Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini akan berakhir sia- sia. Bukan cuma itu karena kesalapahaman di antara kami. Membuat nya menjauh lalu memutuskan hubungan. Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa! Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya. Kembali kulakukan, tiap hari tiada lagi hari- hari indah yang ku jalani semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai akhirnya seseorang membuat ku bangkit dan berusaha membuatku merasa hidup kembali. Dia adalah.......

More details
WpActionLinkContent Guidelines