Sebuah Cerita Pendek: Overthinking

Sebuah Cerita Pendek: Overthinking

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, May 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Apa jadinya jika kau harus bertemu lagi dengan teman lama yang- sengaja kau tinggalkan, dan kau-aduh, apa ya istilah formalnya?- ghosting? Kalau aku, saat ini dalam momen seperti itu, jelas aku merasa bersalah. Tambah-tambah, ramai suara di pikiranku yang bilang, 'Oh ini yang jadi masalah!' Apalagi, rupanya teman lama itu benar-benar mengajakku berbincang-kembali, setelah aku pergi lebih dari enam bulan lamanya. Aduh, maaf. Lagi-lagi aku lupa. Perkenalkan, aku Ara, sebut saja aku orang yang senang berpikir, dan, berteman dengan pikiranku sendiri.
All Rights Reserved
#4
throwback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • KARINALTHA
  • jangan percaya seseorang
  • Sunshine (Hoseok x you)
  • thank you (orine) End
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • obsesi seorang mantan pacar
  • JossGawin - Short Story

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines