We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LITTLE HOPE

LITTLE HOPE

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa adara harus menyesali dan menerima ini smua mah?papah dan mamah sudah lama bercerai membuatku sangat terpuruk dan sedih.Dan ada 1msalah yg tidak bsa adara mengerti tentang dia?"menatap deraian hujan sambil memeluk foto keluarganya Tiba-tiba datang seorang pria yg membuka pintu kamarnya dan menghampirinya "kenapa kamu menangis de?apa ada yg membuatmu sedih?ceritalah kpada kaka"ucap kak justin. Adara yg mengusap air matanya dan bersender kebahu kakaknya "Ti tidak kak adara hanya rindu kepada papah dan mamah"ucap adara sambil menangis berdesa desa. Kak justin tidak banyak berbicara,lngsung menenangi adik tersayangnya yg sedang menangis dan memberikan kehangatan dan kenyamanan untuknya. Hay guys kalian mau tau siapa sosok pria(Dia) yg dimaksud dengan adara, Ayo baca dan vote ceritanya ya😉
All Rights Reserved
#341
ceritapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disguise... [END]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Love my brother
  • Yang Terlupakan
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Tak Satu Arah [Selesai]
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • AFFAIR (Completed)

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

More details
WpActionLinkContent Guidelines