Surrender

Surrender

  • WpView
    Membaca 165
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 28, 2022
Ada sebuah kalimat yang begitu melekat dalam ingatannya yang diucapkan tepat pada dini hari dengan begitu datar tanpa perasaan; "Jika kamu sangat mencintaiku, cintailah aku sampai kamu bosan." •••••••••• Kevin Andrawijaya diciptakan Tuhan dengan begitu istimewa, dia sempurna apa adanya. Ketika roda kehidupan membawanya pada beragam alur kisah, menyoroti banyak warna, memilah banyak pilihan, dan memutuskan banyak perkara layaknya memulai dengan prolog dan mengakhiri dengan epilog. Ia sebenarnya diberi banyak kebebasan untuk menentukan tujuan dan jalan hidupnya sendiri. Namun bagaimana ketika ia selalu hidup memusat pada satu titik, seperti lem yang direkat atau magnet yang memiliki dua kutub berbeda. Pusatnya hanya satu yaitu sosok perempuan yang membencinya setengah mati. Ketika benci tak selamanya berubah menjadi cinta, lantas bagaimana akhirnya? Pict: from Pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#30
hatred
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  •  HAZELA
  • ✔ Sorry Mr Perfect (Completed)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Abidzar
  • MY LOVE STORY
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Kisah Akala
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • KEZA ARGENTARA
  •  ANATHA
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan