Story cover for cry by R-kamaN
cry
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 14, 2018
Setiap orng berhak menangis, tangis adalah ungkapan dari pola-pola rumit dalam hati.
Rahman Faturahman, pernah berkata "menangislah jika itu membuat mu lebih baik, aku tetap menyayangimu", 2016 dia mengatakan itu kepada seorng wanita yang bernama Rima Latifah, meskipun berat hati tak ingin membuat dirinya menangis.
All Rights Reserved
Sign up to add cry to your library and receive updates
or
#166nangis
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Your Are Only Mine  cover
LATE  cover
FRAGILE cover
Kemana Ku titip Luka Ku ? cover
Lesion (END) cover
F L E O cover
Uninterrupted Dream (A Perfect way to introduce preposterous love) cover
MELEPASMU cover

Your Are Only Mine

31 parts Ongoing

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang