From Bara
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 31, 2018
" Pemberian mu tak selalu membuatku bahagia " pikir seorang Jofina Aurelia Bianca dalam hatinya. Raffano Arkana Bara itulah nama yang selalu memberi kejutan yang tidak diduga dan dapat membuat seorang Aurelia bahagia. Tetapi saat cinta mereka mulai tumbuh, Bara malah ingin meninggalkan Aurelia. Aurelia pun merasa tersakiti dengan perbuatan Bara kepadanya. Aurelia pun sabar menunggu Bara, tapi rasa rindunya pada Bara sungguh besar. Aurelia pun pergi untuk bertemu Bara. Tapi... Bukan kebahagiaan yang di terima oleh Aurelia. Melainkan rasa sakit yang diberikan oleh Bara. Apa yang sudah membuat Aurelia kembali bersedih karena Bara?
All Rights Reserved
#487
star
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Inara
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Mengharap Semua Aku Dirayakan
  • PAGAR TUHAN [TERBIT]
  • Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  )
  • BRIANIA

Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines