Story cover for From Bara by Stefanycrisnia19
From Bara
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Jul 14, 2018
" Pemberian mu tak selalu membuatku bahagia " pikir seorang Jofina Aurelia Bianca dalam hatinya.
 
Raffano Arkana Bara itulah nama yang selalu memberi kejutan yang tidak diduga dan dapat membuat seorang Aurelia bahagia.

Tetapi saat cinta mereka mulai tumbuh, Bara malah ingin meninggalkan Aurelia.
Aurelia pun merasa tersakiti dengan perbuatan Bara kepadanya.

Aurelia pun sabar menunggu Bara, tapi rasa rindunya pada Bara sungguh besar. Aurelia pun pergi untuk bertemu Bara. Tapi... Bukan kebahagiaan yang di terima oleh Aurelia.
 
Melainkan rasa sakit yang diberikan oleh Bara. Apa yang sudah membuat Aurelia kembali bersedih karena Bara?
All Rights Reserved
Sign up to add From Bara to your library and receive updates
or
#154star
Content Guidelines
You may also like
Cahaya Iman Gus Berandal (on going) by harem_na03
56 parts Ongoing
"Kalau lihat orang lain masih terjebak dalam jurang dosa, jangan hina! dia hanya belum jumpa cahaya, kalau sudah dapat, bisa jadi cahayanya lebih terang darimu." -Ustadzah Halimah Alaydrus🕊️ _________________________________________ Menceritakan tentang seorang Gus yang rusak karena pergaulan, hobi balap liar, dan dijuluki sebagai singa jalanan. Dialah, Muhammad Dafa Al-Ghifari, si Gus berandalan yang bisa dibilang, jauh dari kata 'alim' Dan karena sifat nakalnya itu, sang Abi membuat keputusan tegas, yakni menjodohkan Dafa dengan seorang Ning, dengan harapan, Ning yang kelak akan menjadi pendamping hidup Dafa, bisa merubah sifat Dafa agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Perempuan itu adalah Ning Naura Azkia Az-Zahra Si gadis cantik berperilaku lemah lembut, penyayang, penyabar, dan pintar dalam menjaga kehormatan. Sementara disisi lain, juga ada seorang Gus, yang rupanya tengah menyimpan perasaan kepada Ning Naura sejak lama. Dia lah, Muhammad Hafidz Al-Ghifari, kakak dari Muhammad Dafa Al-Ghifari yang sikapnya bertolak belakang dengan sang adik. Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Akankah Ning Naura mau menerima perjodohan yang tidak di dasari oleh cinta ini? ***** "makasih ya?" "Afwan ya Habibi" Dafa mematung seketika, dia sedikit mengerti tentang bahasa arab. Tiba-tiba pria itu memegangi dadanya yang berdegup kencang sontak membuat Naura sedikit cemas "Gus, k-kenapa? Sakit?" "Jantung gue, Ra" "I-iya, jantungnya kenapa?" "Jantung gue mendadak senam gara-gara ucapan Lo" "Maksudnya?" Tanya gadis itu "Gue salting anjer!" Penasaran dengan kisah mereka? Cuss langsung baca! Jangan lupa tinggalkan jejak di setiap chapter! Terselip kata² kasar dan kekerasan fisik, harap bijak dalam membaca⚠️ Dukung terus novel kedua author yaaa🌷 makasih yang udah mampir😙 Rank🏅 1#religi 03-09/25 1#hafidz 1#dafa 1#hijrah 20-08/25 2#religi 05-09/25 1#agama 26-10/25 2#fisabilillah 3#motivasi 3#religi 7#motivasi 9#agama 10#ki
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta dalam Diam(End) cover
Cahaya Iman Gus Berandal (on going) cover
The Cool BadBoy (REVISI) cover
Ikhlasku Merelakanmu (END) cover
ALUNA  cover
Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )  cover
Annam Al Abbiyan  cover
Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  ) cover
Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT] cover
BRIANIA cover

Cinta dalam Diam(End)

16 parts Ongoing

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?