Story cover for From Bara by Stefanycrisnia19
From Bara
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Jul 14, 2018
" Pemberian mu tak selalu membuatku bahagia " pikir seorang Jofina Aurelia Bianca dalam hatinya.
 
Raffano Arkana Bara itulah nama yang selalu memberi kejutan yang tidak diduga dan dapat membuat seorang Aurelia bahagia.

Tetapi saat cinta mereka mulai tumbuh, Bara malah ingin meninggalkan Aurelia.
Aurelia pun merasa tersakiti dengan perbuatan Bara kepadanya.

Aurelia pun sabar menunggu Bara, tapi rasa rindunya pada Bara sungguh besar. Aurelia pun pergi untuk bertemu Bara. Tapi... Bukan kebahagiaan yang di terima oleh Aurelia.
 
Melainkan rasa sakit yang diberikan oleh Bara. Apa yang sudah membuat Aurelia kembali bersedih karena Bara?
All Rights Reserved
Sign up to add From Bara to your library and receive updates
or
#140blink
Content Guidelines
You may also like
Cinta Halal Kita[On Going] by DellaRegina9
28 parts Ongoing
Menceritakan tentang dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi jalan mereka tidaklah mudah. Pertemuan mereka yang penuh warna diwarnai oleh perbedaan karakter yang mencolok. Cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing justru sering terganggu oleh gengsi, ego, dan sifat keras kepala. Namun, perjalanan mereka berujung pada sebuah ikatan suci yang dimulai dengan kalimat sakral, "Qobiltu." Gadis itu bernama Aiza Chafiya Laila Jannahti Rafiq. Seorang santriwati di pondok Nyai Hana, Aiza adalah gadis yang dikenal bar-bar, ceria, dan penuh semangat. Di balik sifatnya yang spontan, Aiza juga memiliki sisi kalem dan penyayang yang membuatnya menjadi pribadi yang menarik perhatian banyak orang. Lelaki itu bernama Muhammad Bilal Hafiz Rafiq. Seorang pria dengan karakter yang kalem, dingin, namun tegas. Bilal cenderung cuek dan galak di mata orang lain, namun jauh di lubuk hatinya, ia menyimpan kelembutan yang hanya terlihat oleh mereka yang mampu mendekatinya. Dunia Aiza yang penuh warna bertabrakan dengan dunia Bilal yang kaku, menciptakan konflik sekaligus dinamika yang tak terduga. Kisah mereka adalah tentang cinta yang bertumbuh perlahan, mengatasi perbedaan, dan menemukan cara untuk saling memahami. Hingga akhirnya, cinta mereka menjadi halal dengan lantunan ijab kabul: "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq." Suara saksi yang serentak menjawab, "Sah," menjadi awal perjalanan cinta mereka yang penuh makna dan pelajaran. Apakah Cinta halal mereka hanya tentang dua hati yang bersatu, atau tentang perjalanan yang terus dirangkai dengan ketulusan, pengorbanan, dan keberkahan.
Cahaya Iman Gus Berandal (on going) by harem_na03
56 parts Ongoing
"Kalau lihat orang lain masih terjebak dalam jurang dosa, jangan hina! dia hanya belum jumpa cahaya, kalau sudah dapat, bisa jadi cahayanya lebih terang darimu." -Ustadzah Halimah Alaydrus🕊️ _________________________________________ Menceritakan tentang seorang Gus yang rusak karena pergaulan, hobi balap liar, dan dijuluki sebagai singa jalanan. Dialah, Muhammad Dafa Al-Ghifari, si Gus berandalan yang bisa dibilang, jauh dari kata 'alim' Dan karena sifat nakalnya itu, sang Abi membuat keputusan tegas, yakni menjodohkan Dafa dengan seorang Ning, dengan harapan, Ning yang kelak akan menjadi pendamping hidup Dafa, bisa merubah sifat Dafa agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Perempuan itu adalah Ning Naura Azkia Az-Zahra Si gadis cantik berperilaku lemah lembut, penyayang, penyabar, dan pintar dalam menjaga kehormatan. Sementara disisi lain, juga ada seorang Gus, yang rupanya tengah menyimpan perasaan kepada Ning Naura sejak lama. Dia lah, Muhammad Hafidz Al-Ghifari, kakak dari Muhammad Dafa Al-Ghifari yang sikapnya bertolak belakang dengan sang adik. Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Akankah Ning Naura mau menerima perjodohan yang tidak di dasari oleh cinta ini? ***** "makasih ya?" "Afwan ya Habibi" Dafa mematung seketika, dia sedikit mengerti tentang bahasa arab. Tiba-tiba pria itu memegangi dadanya yang berdegup kencang sontak membuat Naura sedikit cemas "Gus, k-kenapa? Sakit?" "Jantung gue, Ra" "I-iya, jantungnya kenapa?" "Jantung gue mendadak senam gara-gara ucapan Lo" "Maksudnya?" Tanya gadis itu "Gue salting anjer!" Penasaran dengan kisah mereka? Cuss langsung baca! Jangan lupa tinggalkan jejak di setiap chapter! Terselip kata² kasar dan kekerasan fisik, harap bijak dalam membaca⚠️ Dukung terus novel kedua author yaaa🌷 makasih yang udah mampir😙 Rank🏅 1#religi 03-09/25 1#hafidz 1#dafa 1#hijrah 20-08/25 2#religi 05-09/25 1#agama 26-10/25 2#fisabilillah 3#motivasi 3#religi 7#motivasi 9#agama 10#ki
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta Halal Kita[On Going] cover
Cahaya Iman Gus Berandal (on going) cover
Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )  cover
Perjalanan Kisah Cinta Afia cover
Ikhlasku Merelakanmu (END) cover
Terkunci Dalam Takdir cover
Annam Al Abbiyan  cover
Jingga cover
Because I Love You ( TAMAT  ) cover
The Cool BadBoy (REVISI) cover

Cinta Halal Kita[On Going]

28 parts Ongoing

Menceritakan tentang dua insan yang saling jatuh cinta, tetapi jalan mereka tidaklah mudah. Pertemuan mereka yang penuh warna diwarnai oleh perbedaan karakter yang mencolok. Cinta yang mulai tumbuh di hati masing-masing justru sering terganggu oleh gengsi, ego, dan sifat keras kepala. Namun, perjalanan mereka berujung pada sebuah ikatan suci yang dimulai dengan kalimat sakral, "Qobiltu." Gadis itu bernama Aiza Chafiya Laila Jannahti Rafiq. Seorang santriwati di pondok Nyai Hana, Aiza adalah gadis yang dikenal bar-bar, ceria, dan penuh semangat. Di balik sifatnya yang spontan, Aiza juga memiliki sisi kalem dan penyayang yang membuatnya menjadi pribadi yang menarik perhatian banyak orang. Lelaki itu bernama Muhammad Bilal Hafiz Rafiq. Seorang pria dengan karakter yang kalem, dingin, namun tegas. Bilal cenderung cuek dan galak di mata orang lain, namun jauh di lubuk hatinya, ia menyimpan kelembutan yang hanya terlihat oleh mereka yang mampu mendekatinya. Dunia Aiza yang penuh warna bertabrakan dengan dunia Bilal yang kaku, menciptakan konflik sekaligus dinamika yang tak terduga. Kisah mereka adalah tentang cinta yang bertumbuh perlahan, mengatasi perbedaan, dan menemukan cara untuk saling memahami. Hingga akhirnya, cinta mereka menjadi halal dengan lantunan ijab kabul: "Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq." Suara saksi yang serentak menjawab, "Sah," menjadi awal perjalanan cinta mereka yang penuh makna dan pelajaran. Apakah Cinta halal mereka hanya tentang dua hati yang bersatu, atau tentang perjalanan yang terus dirangkai dengan ketulusan, pengorbanan, dan keberkahan.