Our HEART

Our HEART

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing2h 1m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Felisha Imira Maranatha. Gadis pemalu. Cantik tapi tidak pede-an. Dia bisa, tapi tak percaya diri. Satu hal, dia suka sama kakak kelas. Introvert? Tidak juga. Kalau kata sahabat nya sih "Pede aja kali! Ini tuh hidup kita, bukan hidup mereka. Kita yang jalani dan bukan mereka. Be yourself" "Mudah sih. Tapi ngucap doang yang mudah. Kalo ngelakuiannya, susah nya kayak memecahkan sandi-sandi di NSA"
All Rights Reserved
#324
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayura
  • My Perfect Husband
  • Mrs. Danish Rayyan (C)
  • Another Level
  • LOVE,AYSHARA DANIA (Complete✓)
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • SEKETIKA BERUBAH
  • Putih abu-abu
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]

"If I couldn't be the one you chose, at least you knew I was there." Raffi Naradipta adalah nama yang hampir semua orang di sekolah kenal. Cowok dingin yang lebih sering diam daripada bicara, dengan tatapan tenang yang sulit ditebak dan wajah yang selalu berhasil mencuri perhatian. Banyak yang menyukainya, tapi hampir nggak ada yang benar-benar bisa mendekatinya. Sampai Ayura Raquelle Rahardja datang dan, entah bagaimana, berhasil menjadi pengecualian. Ayura bukan cuma berhasil mendapatkan perhatian Raffi. Ia berhasil menjadi seseorang yang Raffi izinkan untuk tinggal di sisinya. Bagi orang-orang, hubungan mereka adalah sesuatu yang sulit dipercaya. Raffi yang dingin dengan Ayura yang selalu punya cara untuk membuat suasana menjadi lebih hidup. Dua orang yang kelihatannya begitu berbeda, tapi entah bagaimana bisa saling menemukan. Namun, menjadi seseorang yang dicintai Raffi ternyata tidak selalu berarti menjadi seseorang yang dipilihnya. Ada hal-hal yang Ayura simpan sendirian. Luka yang perlahan membuatnya lelah, sampai akhirnya ia sadar bahwa bertahan tidak selalu berarti harus tetap tinggal. "Raf..." Suara Ayura terdengar lebih pelan dari biasanya. "Aku udah coba bertahan. Aku juga udah coba nerima semuanya. Tapi kayaknya aku udah nggak sanggup." Ia menghela napas, lalu tersenyum kecil meski matanya mulai berkaca-kaca. "Aku cuma mau pulang. Aku kangen Mama. Aku pengin ada di tempat yang bikin aku tenang." Ayura menatap Raffi cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Jadi kali ini, aku mau pergi." Mungkin ini bukan tentang berhenti mencintai. Mungkin Ayura hanya sedang belajar bahwa terkadang, mencintai seseorang tidak cukup untuk membuatnya tetap tinggal. Dan bagi Raffi, mungkin kepergian Ayura akan menjadi pertama kalinya ia menyadari bahwa kehilangan seseorang tidak selalu dimulai ketika orang itu benar-benar pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines