DEITIES
  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
Ada yang bilang, hidup itu mudah dengan adanya teknologi yang berkembang pesat. Ada yang bilang, hidup itu penuh keajaiban dengan sihir sebagai tolak ukurnya. Namun tidak semudah itu, jika akhirnya teknologi dan sihir malah menciptakan perang dahsyat yang merugikan ibu pertiwi. Mungkinkah kedua hal ini bersatu? Bisakah? Dan, bagaimana dengan sekumpulan orang yang memperjuangkan keduanya? Apakah usaha mereka akan membuahkan hasil manis, ataukah mereka hanya membuat perang besar lainnya terjadi? Tidak ada yang tahu pasti. Karena selama berpuluh tahun lamanya, kedua kubu hanya berharap kepada para sosok pejuang yang jejaknya terhapus dari dunia. Apa mungkin hal ini mereka lakukan untuk langkah besar menuju kedamaian? Yah, siapa yang tahu? "Kami tidak pergi untuk selamanya. Kami hanya memutuskan untuk bersembunyi, untuk tujuan yang lebih luar biasa," -TroisNobles
All Rights Reserved
#80
romancefanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Voice of Stardust
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • The Line
  • Masa depan yang terulang
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Freya And The Holy Blood [ TAMAT ]
  • DISTRIK 48 (SEASON 2) [ TAMAT ]
  • The Magic Destruction & Chaos
  • Quant (On Going)

Aku Riel, ingin menjadi manusia biasa, bukan cyborg yang dikendalikan oleh teknologi. Karena teknologi itu, aku kehilangan suara dan ingatan. Untuk mencapai tujuan menjadi manusia biasa, aku harus lari dari negara Ultra ke negara Umbra. Antara Ultra dan Umbra terjadi perang yang belum selesai. Antara teknologi dan sihir, siapakah yang menang? Tapi, aku bukanlah pahlawan yang bisa menghentikan mereka. Teknologi yang tidak kuinginkan, akhirnya akan menjadi bencana atau kekuatan baru untuk menyelamatkan semua orang. Tapi, semua teman yang mendukungku, Cherise dan kelompok Stardust, selalu akan menjadi orang-orang berharga bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines