Bintang

Bintang

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 19, 2018
"Lo itu emang nggak pernah bisa ya, menghargai perasaan cewek! Lo anggap gue selama ini apa sih? Pajangan doang di hati lo?!" "Yaelah. Baper amat sih lo, baru juga jadi pacar. Lagian kita ini cuma cinta monyet, nggak serius, wajar lah kalo main-main." Jawab Bintang santai. "Ini hati Bin, bukan mainan. Lo pikir gue Dufan, yang bisa lo datengin saat pengin main-main?!" "Terserah lo deh Lin, gue males bahasnya." "Kita putus!" kata Alin dengan nada panas. *** "Terima kasih karena telah menjadi bintang di langit gelapku."
All Rights Reserved
#320
highschoolstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alinka's Story! [Completo]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • DAVARA
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • ALRIN
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • You Are My Destiny
  • DRABIA [END]
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]

PINDAH KE KUBACA!! "Anak siapa yang sedang kau kandung hah!" teriak pria paruh baya dengan wajah memerah menahan amarahnya. "Mungkin itu anaknya dan kekasih-nya yah. Kemarin, aku melihatnya bercumbu dengan kekasih-nya di taman belakang sekolah yah.." adu seorang gadis dengan nada yang meyakinkan sang ayah. Sedangkan, orang yang dituduh itu menggelngkan kepalanya. "Kau! kau tidak dibesarkan untuk menjadi seorang jalang seperti ibumu! Seharusnya kau berterimah kasih karna aku dan ayahmu mau membesarkanmu. Tapi, kau malah melakukan hal yang menjijikan seperti ini sama seperti yang dilakukan ibumu. Hah. Bagaimana bisa kau memiliki anak dari wanita tak bermoral seperti itu. Lihat sendiri bukan. Dia sama seperti wanita itu." maki wanita paruh bayah pada seorang perempuan yang duduk bersimpuh dibawah kaki ayahnya. Sedangkan pria paruh bayah itu hanya diam tak bisa menjawab perkataan tersebut. "hiks..m-maafin Alin yah.. Alin dijebak hiks... " perempuan yang bernama Alin itu memeluk kaki ayahnya meminta pengampunan. Namun, pria paruh bayah itu dengan tidak berperasaan menghempaskan tubuh Alin hingga Alin jatuh terjungkal. "Pergi dari rumahku! Dan jangan harap kau bisa memanggilku Ayah lagi. Karna kau bukanlah putriku! Hah.. aku menyesal memungutmu dulu." usir pria paruh bayah itu lalu menyuruh istri dan anak sulungnya masuk kedalam rumah. Lalu menutup pintu rumah itu dan membiarkan Alin sendirian di perkarangan rumah. Senyum mengembang menghiasi wajah kedua orang perempuan yang sangat senang dengan pengusiran Alin. ❌DON'T JUDGE MY STORY🚫❌ ❌DON'T COPY MY STORY🚫❌ ⚠MENGANDUNG BAHASA KASAR⚠ ⚠WARNING 18+⚠ **** PLAGIAT MENJAUH! YANG GAK SUKA CERITA NYA MENJAUH!

More details
WpActionLinkContent Guidelines