PENGASUH SEMENTARA! 17+

PENGASUH SEMENTARA! 17+

  • WpView
    Reads 104,292
  • WpVote
    Votes 3,200
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
#7berondong 28.11.18 "Cia Aku ingin minta tolong," ujarnya mengikutiku duduk di sofa. "hmm?" gumamku karena terlalu fokus mengetik makalah yang harus dikumpulkan esok. "Tolong ajari Aku." "Ya?" "Cia ... Ajari Aku!" mohonnya lagi dengan nada yang mulai kesal "Cia!" "hmm?" "Berciuman!" "Ya? Apa katamu--" Cup ****** Sinopsis Karena terjebak dalam suatu kesepakatan. Aku, Ananda Lucia, seorang mahasiswi yang baru saja menginjak semester tiga, harus terjebak mengurusi dan mengasuh seorang lelaki. Salah, jika kalian berpikir ia adalah seorang bocah! Bahkan sifat menyebalkannya lebih dari seorang bocah. Kevin Putra Pratama, seorang remaja lelaki yang harus Aku asuh selama 2 tahun dan Ia berstatus pelajar SMA. Entahlah tingkah aneh seperti apalagi yang akan Ia lakukan padaku.
All Rights Reserved
#13
mengasuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Sebatas Angan Senja
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • Pangeran yang Menyebalkan [END]
  • Three Little Words [TAMAT]
  • The Meaning of Love
  • Love Bombing
  • Jolly Love Story
  • [BOYS LOVE] Be My Special Lecture
  • Stupid & sakit

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines