Rasaku Tentangmu

Rasaku Tentangmu

  • WpView
    Reads 695
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 21, 2018
Hanya sekadar rasa untuk dia yang dipuja. Hanya tentang rasaku untuknya tanpa diketahui sipembuat rasa bergejolak. Dia tidak tahu dan tidak pernah tahu. Biarkan aku abadikan dalam kata yang penuh rasa. Mungkin hanya aku yang merasakan sedangkan kalian yang membaca tak merasakan akan rasa yang membuncah untuknya. Apa-apa yang aku tulis pada Judul cerita ini, itu adalah aku itu adalah rasaku tanpa membual. Karena sungguh aku utarakan satu fakta tentangku untukmu yang singgah di Judul ceritaku kali ini "Aku adalah pembicara apa adanya" Untukmu pembuat rasa bergejolak, sehat selalu dan terima kasih sempat buat hati berbuncah teringat engkau yang biasa-biasa saja tapi hati terpana. Sarangahae
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Tuan Muda? [Countryhumans]
  • jalan takdir ku [Revision] || Countryhumans Fan fiction
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • masuk ke dunia CH?!{END}
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Janji Biru dalam Mawar Biru

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines