Story cover for Twins Salma by arsal_nurk
Twins Salma
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 16, 2018
"Dek, ini abang buluan coba" 
Katanya sambil nunjuk-nunjuk polos keteknya. Sumpeh, gue gak liat satu bulupun bertengger disana. 

Najis,...


"Bang paan si!!" 
Tonyoran abang gue mang paling maknyuss. Tonyoran yang mampir dikepala gue. 

Ck,, dia blom tahu aja kekuatan kuku wanita. 






Abang gue adalah segalanya. 
Kadang dia bisa jadi sekuriti paling handal buat gue. Koki yang tengil dirumah. Anak kalem OSIS yang biasa jadi panutan. Buaya Sekolahan sampe Super Hero disaat gue bener-bener butuh pertolongan.





"Abang elaaahhh..." 
Ya, abang gue emang sableng. Untung ganteng,, mayan buat ngasih umpan cabe giling sekolahan gue yang kerjaannya cuma gosip terus berantem. 
Sekarang dia lagi nge-gusrak lengan gue paki kaki kotor najisnya itu. Dan dia gak akan pernah ngeladenin omongan gue. 

Sampe.... 




"Diem, njing!!" 
Iya sampe gue harus meledak dulu. Dan buat rumah cinta ini ikutan geger. 




Yap, dia kembaran gue. 
Sekalipun gue gak pernah punya kembaran anjing.
All Rights Reserved
Sign up to add Twins Salma to your library and receive updates
or
#16sisterbrother
Content Guidelines
You may also like
GHAVARI  by alghisty_
11 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔ by callmelolyyy_
73 parts Complete
"Pengen mati aja Ya Allah!" Bukannya mencegah, Dean malah tersenyum kearah sahabatnya yang paling cantik itu sembari mengacungkan kedua jempolnya semangat. "Bagus!" "Ntar gue tahlilan kerumah lo, jangan lupa nasi boxs-nya ayamnya banyakin ya." Ini bukan cerita tentang ketua geng motor keren yang jago berkelahi dijalan! Ini juga bukan cerita cewek nerd yang mengejar pangeran sekolah! Ini hanya cerita konyol tentang persahabatan dan cinta antara dua orang yang sama-sama tidak menyadari isi hatinya. Bagaimana mereka dapat mengatasinya saat semakin lama perasaan itu semakin muncul? ••• Dean terkekeh. "Semoga istri gue nanti nggak secerewet lo, Al." "Dan semoga suami gue nanti nggak pemalas kaya lo." sahut Alana tak mau kalah. "Eh, tapi gue pengen punya istri yang bisa masak kaya lo." Alana tersenyum. "Dan gue pengen punya suami bisa jagain gue, kaya lo." Cowok itu langsung bertepuk tangan heboh. "Yaudah fiks!" Kedua alis Alana terangkat tinggi. "Apa?" "Ayok nikah!" ajak Dean ngawur. "GEMBLUNG!" ______________________________________________ Rank : 🎖1 in romcom (20-10-2021) 🎖3 in teenfiction (20-10-2021) 🎖7 in humor (23-10-2021) 🎖1 in sma (23-10-2021) 🎖1 in acak (23-10-2021) 🎖2 in remaja (23-10-2021) 🎖1 in deal (25-10-2021) 🎖10 in baper (25-10-2021) 🎖1 in lucu (07-11-2021) 🎖1 in funny (10-11-2021) 🎖1 in dean (10-11-2021) 🎖1 in komediromantis (4-12-2021) 🎖3 in persahabatan (6-12-2021) 🎖️1 in ngakak (7-7-2022) KONFLIKNYA RINGAN KOK! Mungkin kalian mikir cerita ini aneh karena banyak extra partnya. Itu karena aku awalnya mikir buat nggak bikin sequel, jadi aku kasih extra part yang banyak. Semoga kalian suka🙏🏻 *Cerita ini murni hasil pemikiran saya sendiri. Apabila ada kesamaan nama tokoh itu tidak disengaja. Kasih vote dan coment kalau kalian suka sama cerita ini..author nggak maksa hehe..kasih seikhlasnya aja.. Start : 19 Agustus 2021 End : 8 No
Sudut pandang (felisha) by alghisty_
7 parts Ongoing
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
You may also like
Slide 1 of 9
GHAVARI  cover
Silent, Please! (Re-up) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔ cover
Sudut pandang (felisha) cover
[ End ] F For Family (Season 2)  cover
Hypomone {ὑπομονή} || END✓ cover
Deksa 's Diary  cover
AZELLO [END] cover

GHAVARI

11 parts Ongoing

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"