Frozen Heart

Frozen Heart

  • WpView
    Reads 780
  • WpVote
    Votes 325
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 13, 2018
WpInfo
Fanfic
1Direction
Aratsania Faradikaela - Seorang gadis berparas cantik, namun tidak dengan sikapnya. Sikapnya yang cuek, dingin, dan kasar. Membuat banyak orang yang ingin mendekatinya, sakit hati. You can call me Tsani. Bukan mobil Sania ataupun Elsa. Hanya sikapku yang seperti Elsa, membuatku mendapatkan julukan "Frozen" seantero sekolah. Karena sikapku yang sama seperti sang ratu Elsa. Ntah sejak kapan hati seorang Tsania membeku? Mengingat kejadian dimasa lampau, membuat dirinya semakin marah pada diri sendiri. Dan musuh terbesar Tsania di SMA Titanium, adalah Ezra Pahlevi Malik. "Gue akan menaklukkan hati dinginmu itu. Bahwa gue tau, lo punya hati seperti malaikat. Malaikat tanpa sayap yang Tuhan berikan untuk gue" - Ezra Pahlevi Malik ______________ Sebelum membaca, sebaiknya follow dulu yaa :)
All Rights Reserved
#201
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coldest Senior✔
  • Bahagia & Luka (END)
  • DIA PERGI?!
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Terdalam [Terbit]
  • VIA-AMARA
  • ZeiAnya
  • Stupid Cupid
  • KEPERGIAN SENJA
  • DEAR LOVE

[Completed] Kalian tahu rasanya memperjuangkan seseorang tapi yang diperjuangkan sama sekali tidak mengerti artinya perjuangan? Dua orang yang selalu bertolak belakang. Tassia menyukai keramaian, heboh dengan dirinya sendiri, selalu punya teman banyak. Bahanya, dia menyukai lelaki berdarah dingin, menyakitkan dan... tetap akan menyakitkan. Nico Devano, senior dingin yang disukai Tassia. Perkenalan yang dimulai dengan sapaan manis beraroma Acqua. Hal yang paling tidak bisa dilupakan Tassia. Jatuh bangunnya Tassia memperjuangakn Nico sama sekali tidak dilirik. Sampai... Nico meninggalkan Tassia ke Jerman tanpa ucapan perpisahan yang manis. Tidak seperti sapaan di kantin yang selalu Tassia ingat. Bukan hanya satu atau dua rintangan untuk memiliki senior dingin itu, Tassia harus rela terkena amukan dari senior cewenya. Mata cokelat terang, Aroma acqua, Dingin, Menyakitkan, Perkenalkan, Dia... Nico Devano.

More details
WpActionLinkContent Guidelines