The Crazy Squad [COMPLETE] ✅

The Crazy Squad [COMPLETE] ✅

  • WpView
    Leituras 5,435
  • WpVote
    Votos 360
  • WpPart
    Capítulos 55
WpMetadataReadMaduroConcluída sex, jan 8, 2021
Nggak semua orang punya squad yang gila dan seru. tapi Perrie punya . . . Member : - Perrie si ibu negara - Jade si anak mamih - Leigh si bigos - Jesy si emak2 komplek - Zayn si cwok alim tp gk alim2 bgt - Louis si barbar + omes - Harry si bucin + manja - Liam si bapak yg selalu ternistakan - Niall si bayik - Cara si mulut pedes - Selena si ibu kos - Ariana si polos nan imut - Hailee yg hidupnya cmn ngikutin arus - Justin si ketua buaya rawa - Shawn si lemot - Charlie si cwok labil nan aneh Member tambahan : - Umi Tooth - Tante Kendall
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • POTATO part 2 cuy [group chat]
  • Hogwarts Grup Chat
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • POTATO [group chat]
  • HOLLYWOOD GROUP CHAT
  • Story Crazy Grup Chat [The End✔]
  • 7 anak indigo
  • Baby Doll || UN1TY × StarBe [END]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo