Mari Bahagia Bersama

Mari Bahagia Bersama

  • WpView
    Membaca 2,053
  • WpVote
    Vote 82
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadLengkap Min, Apr 7, 2019
Banyak hal yang ternyata bisa kita syukuri setiap harinya. Apakah kamu menyadarinya ? Apakah kamu dapat merasakannya ? Atau kamu sudah peka pada itu semua ? Ayo kita cari bersama hal apa saja yang dapat kamu syukuri, bahkan disetiap detik dari waktu yang kita punya. Karena aku yakin, banyaknya rasa syukur akan berbanding lurus dengan kebahagiaan. Segera aktifkan kepekaan kita yuk !! ? InsyaAllah akan update setiap hari senin, kamis dan Ahad 😊
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#48
rohani
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • ALL ABOUT US
  • KHODIJAH (SELESAI)
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • About Memories [END]
  • Reminder Hijrah
  • BATASAN AGAMAKU [SELESAI]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Surga untuk Air Mata
  • Dibawah Hujan [END]

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan