Love At The First And Second Sight ( C H E R R Y )

Love At The First And Second Sight ( C H E R R Y )

  • WpView
    Reads 581,826
  • WpVote
    Votes 21,773
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 1, 2020
Cherry memutuskan untuk pergi ketika tidak sengaja melihat kekasih sekaligus calon suaminya Mark sedang berduaan dengan seorang wanita seksi di pantai. Melihat dengan mata kepalanya sendiri membuat hati Cherry terluka lalu memutuskan pergi ke New York . Namun 2tahun kemudian , mereka dipertemukan. Cherry merasa ingin memiliki ilmu menghilang . " Apa yang kau lakukan disini? Maaf tuan aku tidak mengenalmu!! " Desis Cherry " Kalau kau tidak mengenalku , mengapa kau menanyakan apa yang aku lakukan disini? Kalau dirimu tidak mengenalku kau tidak akan menampilkan wajah dan pertanyaan mengejutkan itu. Dalam jarak sedekat ini aku bisa merasakan hatimu meneriakkan namaku sayang" seringai Mark.
All Rights Reserved
#320
secretary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Partner In Love (Masih Direvisi)
  • B2C: Benar-benar Cinta
  • Kiss the Rain
  • Aldrich Ed Stanford (Tersedia di Gramedia)
  • Bukan Lagi yg Pertama
  • [SS] Touch the Cold Boss [On Going New Version]
  • Duda Incaran Shana (SELESAI)
  • The Choice
  • The Return Of First Love

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines