Diary Hijrah (Sedang Proses Penerbitan)

Diary Hijrah (Sedang Proses Penerbitan)

  • WpView
    Reads 486
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 19, 2018
Iftina Tahany adalah sarjana lulusan Pertanian dengan predikat "Cum laude". Setelah lulus, dia mengekspresikan cita-citanya dengan membuka toko tanaman hias. Acara peresmian toko menjadi momen yang sangat dinanti-nanti olehnya. Namun, sesuatu tak terduga menghampirinya. Gadis dewasa itu mendapatkan luka sedalam cinta. Ia terpuruk. Menangis. Awalnya, dia bisa bangkit. Namun, hari demi hari terasa sulit ia lewati. Sebuah penyesalan yang terlambat, jatuh hati lalu dijatuhkan, peristiwa yang menguras emosi, dan pedih lainnya. Dari semua hal yang ia rasakan, ia mulai memaknai puzzle kehidupan. Ternyata selama ini ada mozaik yang hilang. Dengan hati yang mantap, Iftina memutuskan untuk hijrah. Perjalanan hijrahnya pun memuat banyak hal. Iftina harus bergelut dengan rasa dan logika, demi iman yang mantap. Demi hijrah yang pasti akan merasakan manisnya istiqomah. Bagaimanakah Diary Hijrahnya? (Cover by Intan Ayudhita Syena)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Menuju Hidayah-Mu
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines