Terkadang orang yang paling kita tunggu bisa tiba-tiba biasa saja. Rasa yang bergebuh-gebuh untuknya tiba-tiba hambar seperti kehilangan nikmat untuk di santap, bahkan setelah sebuah pernyataan yang begitu di tunggu itu terungkap. Mungkin saja kemarin rasa itu terjebak dalam sebuah ruang yang di sebut janji. Janji sebuah kepulangan, janji untuk kesetiaan. Menunggu bukanlah pilihan, memaafkan bukanlah keharusan. Namun berdamai dengan masa lalu adalah keharusan yang tak punya pilihan. Ini adalah tulisan saya yang teenlit sekali. Mungkin di dalamnya banyak keadaan dimana itu tak akan di sukai bagi penggemar cerita genre lain. Kritik dan sarannya 😊
Mais detalhes