Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    LECTURAS 1,529
  • WpVote
    Votos 90
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadConcluida mar, ago 21, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Namanya, Mentari Khalila Hasan. Lebih akrab disapa, Riri. Senyumnya, secerah mentari dipagi hari. Namun, siapa sangka dibalik sebuah senyum cerahnya, tersimpan banyak kepalsuan. Seolah senyum yang ia tampilkan didepan semua orang hanyalah topeng, atau kamuflase untuknya bertahan hidup didunia yang keras ini. Mungkin Mentari adalah salah satu contoh dari berbagai macam orang didunia ini, yang bersembunyi dibalik topeng "smile" nya agar tidak terlihat menyedihkan. Terkadang orang yang paling banyak tertawa dan selalu mengumbar senyuman adalah mereka yang pintar menyembunyikan lukanya. Begitulah realitanya, banyak orang tersenyum tapi hatinya menangis. Bahkan ada orang yang baik didepan, tapi nyatanya menusuk diam-diam. Ada juga yang seolah membenci, padahal nyatanya menyukai. Pada dasarnya, apa yang kita lihat dan dengar itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Isi hati seseorang tidak ada yang tahu, selain dirinya sendiri dan Tuhan-nya. "Aku seperti siang yang tak pernah melihat malam. Seperti bulan yang selalu kesepian, dan seperti mentari yang selalu bersinar. Meskipun tiada yang tahu bahwa sinarku adalah palsu." - Mentari Khalila. 🌻🌻🌻 "Kemarin malam kamu jalan sama siapa ?" Gadis itu menatap lelaki didepannya penuh tanya. "Siapa yang bilang ?" Ucap lelaki itu lalu tersenyum miring. "Ada, kamu gak perlu tahu." Ujar gadis itu lalu menatap lurus kedepan. "Itu cuma sepupu, bukan siapa-siapa." Ucap lelaki itu. Gadis itu membisu ditempatnya. Lelaki itu menatap gadis yang tengah duduk disampingnya, "kamu kenapa?" Dengan segera gadis itu menggeleng, "aku gapapa." Ucapnya lalu tersenyum. "Kamu marah ?" Ucapnya sambil menatap gadis itu. Lagi-lagi gadis itu menggeleng lalu tersenyum, "aku percaya sama kamu." Lelaki itu pun balas tersenyum. 🌻🌻🌻 @TeenlitIndonesia FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, VOTE AND COMENT ?
Todos los derechos reservados
#204
teenlitindonesia
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rasa Tanpa Suara
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]
  • Broken
  • Hijrah Cinta (END)
  • Gone(✔)🔚
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • Evando&Seraphine [END]
  • SADEWA ✔️
  • TAMARA
  • Takdir cinta DARA (Completed)

Cinta adalah perkara gaib yang tak bisa ditebak dengan mudahnya. Perasaan yang kata orang merupakan perasaan paling menyenangkan di satu waktu, tapi juga bisa berubah sangat menyakitkan di waktu lainnya. Kalau salah satu definisi cinta adalah bersabar memendam perasaan bertahun-tahun tanpa berharap dibalas, Kara punya cinta itu. Namun, objek cintanya bukanlah orang biasa. Ega adalah sahabat karib Juna, kakak kandungnya. Ega juga kakak dari Anin, sahabat dekatnya. Mencintai Ega sama saja dengan bermain api di tengah lingkaran orang-orang tersayangnya. ​Tanpa ada yang tahu, tanpa berkata, dan tanpa suara, Kara menyimpan segalanya rapat-rapat dalam diam. Setidaknya, sebelum Ghea tidak sengaja tahu... "Eh, orgil! Lo nahan perasaan lo diam-diam, nggak cerita sama siapa-siapa termasuk gue, bertingkah sok biasa aja di depan Bang Ega, dan itu udah berlangsung lima tahun?! Gila, Kara, mantap! Jadi dulu yang lo sering ngomong lo punya cinta monyet itu Bang Ega, Kara?!" Kara mengangguk sekenanya. Kalau sedang tidak malas, sudah Kara ajak gelut itu si Ghea. "Tapi kayaknya di umur gue sekarang, ini bukan lagi cinta monyet." "Ya, emang!" ° Let's read it! And don't forget to give your vote & comment:) ©micasamiya, 2019. Cover by lalinasgraphic [Versi baru, setelah direvisi]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido