Story cover for MY FUTURE by Nidyaya21
MY FUTURE
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 20, 2018
Hai! Namaku adalah Klia Affrendra Puteri. Panggil aku dengan nama Klia. Aku terlahir sebagai anak kedua di keluarga yang biasa biasa saja dengan kakak laki laki yang menyebalkan.

"My future" artinya "Masa depan ku" . Disini semua awal hidup hingga akhir hidupku akan diceritakan.

Aku anak yang susah bersosialisasi. Aku tak akrab dengan keluarga ku. Aku hanya akrab dengan teman teman sekolah ku. Teman rumah? Hah, keluar rumah saja aku tak mau!

Susah bersosialisasi bukan berarti aku benci sekolah. Justru dari sekolah aku punya teman. Aku juga tak bodoh di sekolah. Aku pernah mengikuti beberapa lomba.

Sampai pada saatnya aku bertemu teman TK di SD ku, dan aku memimpikannya. Entah kenapa yang tadinya 'teman' saja, aku sekarang lebih canggung bicara kepadanya. Hati yang berdebar debar di dekatnya, membuat aku merasa bingung. "Ada apa ini? Mimpi semalam.. Apa aku suka padanya?"

Aku selalu mencoba mendekatinya lagi dan lagi. Aku penasaran, apa perasaannya padaku. Walau beberapa cobaan dan tantangan terus menghantui diriku untuk mendekatinya. Apakah dia mengerti kode ku? Apakah masa depan kami akan bersama?
Public Domain
Sign up to add MY FUTURE to your library and receive updates
or
#1myfuture
Content Guidelines
You may also like
Pretty Careless by annstsy17
16 parts Complete Mature
Oke, biar akrab kita kenalan dulu Nama gue Alea meisa pratama gue biasa di panggil al. Orang bilang gue tuh cantik, tinggi, dan gue punya warna mata yang Indah yaa itu sih kata mereka. But not bad lah yaa. Tapi tenang kalian bisa nilai gue sendiri lah, mangkanya baca yee hehe. engga sihh engga gue ga maksa ya pokoknya tetep terserah kalian. Gue anak kedua dari 2 bersaudara yaa gue punya abang, namanya Mahesa langit pratama gue biasa manggil dia bang esa. Gini gini gue gamau banyak omong deh masalah abang gue nanti kalian bisa nilai sendiri. Yang jelas dia cakep banget ga ngerti lagi deh gue. Parahnya gue sampe bosen kalo udah ada temen cewe gue yang titip salam buat bang esa. Gue sama bang esa yatim piatu dan yapp kita berdua di tuntut mandiri. Kadang bang esa sering cape sendiri sihh gara gara dia gabisa nolak sifat alamiah gue yang manja nya ga ketulungan. Tapi yang gue liat dia tuh gamau ngomong ke gue. Tuhh kan gimana gue ga bahagia punya spesies abang kaya gini udah cakep begini pula sifat nya. Nahh mupeng deh lu pada wkwk Last but not least gue punya sahabat cowok yang bisa dibilang yaa kaga cakep cakep amat itu sihh versi gue tapi lagi lagi kalian bisa nilai sendiri dehh. Namanya Rega saputra gustiawan, dia sama gue udah kaya kaleng rombeng aja tiap kali ngobrol emang ga tiap waktu juga sihh tapi dia seru. Rega dan gue kenal dari kita masih jadi bocahan smp. Dia pindahan gitu ke komplek rumah gue tapi kita beda blok yaa Bagus lahh ga kebayang aja kalo rumah gue sebelahan sama dia bisa bisa ga tenang iduo gue. Rega sering banget bilang ke gue kalo gue tuh ceroboh sampe ketulang. Yaa gue akuin sihh tapi gimana dong kan udah dari sono nya begitu. Tapi mau berapa ratus kali dia bilang gue ceroboh yaa tetep dia dia juga yang mau gue repotin kalo si sifat ceroboh sialan gue itu dateng. Mangkanya betah gue sahabatan sama dia. Udahh ahh pokoknya gitu dehh yaa. Ada gue, ada bang esa, ada rega nahh kita bertiga mau ngapain yaudah baca aja ntar juga tau.
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
48 parts Complete Mature
DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.
You may also like
Slide 1 of 10
Gasa(Rabbani) cover
Pretty Careless cover
My possesive boyfriend cover
Ayah cover
Marriage Contract(LingOrm) E-book cover
 The Secret Of Love(lingorm) cover
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Secret In Silence cover
ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔ cover
Sejarah Kita cover

Gasa(Rabbani)

9 parts Complete

Anak laki-laki itu mendekat kepada diriku yang ada di depannya " Nama kamu siapa? " tanya anak laki-laki itu Gasa menoleh " Hafidzah Gasaratu Mahreevaz " jawabnya dengan polos Anak laki-laki itupun tersenyum " Ohh, kamu asalnya dari mana? ko kamu pindah kesini sih? " tanyanya lagi Gasa menjawab lagi " Dari Ciamis, Iya soalnya kata mamih aku harus pindah sekolah kesini, emang kenapa? gak boleh? " tanya Gasa dengan kepolosannya Anak itupun tersenyum lagi " Boleh ko, kamu mau jajan bareng aku gak? " ajak anak laki-laki itu Gasa tersenyum " Ayoo" jawabnya Gasa dan Regapun keluar kelas, Rega menggandeng tangan Gasa Gasa menghadap ke Rega " Oh iya nama kamu siapa? " tanyanya kepada Rega Rega tersenyum " Nama aku Ragesaraja Ibrahim Slarvalle " balasnya yang tetap tersenyum manis kepada Gasa Begitu indah masa perkenalanku dengan Rega yaa anak laki-laki yang berani mengajak Aku berkenalan tanpa malu. --c-- CERITA INI AKAN TERUS-MENERUS BERKELANJUTAN SAMPAI AKU DAN DIA DI PERTEMUKAN DENGAN TAKDIR/DI JAUHKAN OLEH TAKDIR,BTW INI KISAH NYATA YANG AKU PERCIK MAKE HALU AKU #keluarga#cintadia#brokenhome#kakak#adik