DI BALIK SAJAK

DI BALIK SAJAK

  • WpView
    LECTURES 3,283
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Chapitres 20
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 3, 2020
Di balik sajak yang tertuang dalam sebuah kata-kata yang mewakili kita. Mungkin kita bisa menertawakan nestapa bersama. Tertawa meski dengan derai air mata. Biar saja mengalir apa adanya. Terluap semestinya. Namun tetap sekedarnya. Lalu akhirnya kita mampu tuk kembali ceria. Seperti mentari yang muncul bersama pelangi setelah hujan reda. Teruntuk kamu, aku, kita, dan kalian semua yang pernah patah hati dan memilih untuk bangkit kembali. Sebab sebenarnya, rasa sakit akan sembuh saat kita mampu bangkit dari rapuh menjadi lebih tangguh. Kamu tidak sendirian. Biar ku temankan. :) *** Selamat membaca dan terbaca. ⚘LPA, 28 Januari 2019.
Tous Droits Réservés
#5
mendung
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • KIARA [End]
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Perihku Ditinggalkan
  • Selaksa Noktah (END)
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Segala Tentangmu ❝
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Rustic Jam [END]
  • alunan diksi (sudah Terbit)

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu