ANGEL'S TRIPLET [END] [REVISI]

ANGEL'S TRIPLET [END] [REVISI]

  • WpView
    LECTURAS 280,929
  • WpVote
    Votos 3,343
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 6, 2026
Kehidupan itu seperti roda yang berputar. Tidak bisa selalu bertahan di tempat yang sama. Mungkin, Sam belum menyadarinya. Waktu akan terus bergulir seperti bumi yang terus berotasi pada porosnya, mendatangkan fajar dan senja di hari berikutnya. Sam tidak perlu membunuh waktu. Cerah gempita fajar yang menyingsing di ufuk timur akan selalu berubah gulita ketika matahari mulai tertidur. Sam selalu merasa risih ketika Papi dan Maminya terlalu memanjakannya. Ayolah, Sam sudah 13 th. Sudah terhitung sebagai seorang remaja. Sam malu ditertawakan teman-temannya karena dinilai sebagai anak manja. Sam dinilai sebagai anak Papi dan Mami. Ini seperti mimpi buruk baginya. Tolong diingat!! Sam bukan anak yang manja. Ini semua bukan keinginannya. Kelak, Sam ingin menjadi laki-laki dewasa yang bertanggung jawab atas keluarganya. Menjadi seorang laki-laki sejati yang bisa diandalkan oleh keluarganya. Sam pikir, mungkin, jika dia punya adik, mimpi buruk ini akan berakhir. Seiring waktu berlalu, Tuhan mengabulkan do'a pemilik nama lengkap Alvian Samudra itu. Sam akhirnya memiliki adik seperti yang diinginkannya, tiga bayi kembar laki-laki yang akan membawanya keluar dari mimpi buruk. Mika , Miko dan Miki, dengan karakter super unik mereka. Akan tetapi Tuhan adalah pemilik skenario yang sebenarnya. Sampai di usianya yang ke-28 th Sam belum bisa mengubah mimpi buruknya sendiri semudah dia menjentikkan jari. WARNING!!! Karya saya bebas. Anda harus bijak dalam membaca!! No plagiat//non baku Tinggalkan vote dan komentarnya 😉 Proses revisi
Todos los derechos reservados
#190
triplet
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • PRAHARDI [Tamat]
  • Still The Same
  • Dua Puluh Menit [END]
  • Raya
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Miss you bastard
  • Ad Meliora || END✓
  • GERLAN
  • SAMUDRA BERCERITA || END

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido