A Cup of Love

A Cup of Love

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa bilang kuliah di luar negeri itu enak? Dipaksa hidup mandiri, bukan hanya sekadar mandi sendiri, kalau ngidam nasi padang nggak bisa langsung nyebrang depan komplek, apalagi punya sifat introvert yang nggak sembarang bergaul sama orang. Kehidupan Nayla memang bagaikan suatu musibah besar, selain sifat cuek dan tidak tepat waktunya yang menjadi batu sandungan, omongannya yang sepedas cabai level seratus itu membuat siapapun yang berinteraksi dengannya ikutan naik darah. Bagaimana jika seorang cowok perfeksionis seperti Randi, yang hampir mirip dengan batu es berjalan, dihadapkan dengan cewek yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan dirinya? Karena cinta bisa hadir menyusul setelah rasa benci.
All Rights Reserved
#846
kaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keep Your Smile
  • Yes! Mr. Husband | TERBIT✓
  • Senior
  • ALLAND
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • HE IS POSSESSIVE [SELESAI]
  • Tingkat Dua

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

More details
WpActionLinkContent Guidelines