"PELAMPIASAN"

"PELAMPIASAN"

  • WpView
    LECTURAS 9,833
  • WpVote
    Votos 238
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida lun, ago 10, 2020
PENYESALAN DATANGNYA SELALU TERLAMBAT. KENAPA AKU MENCINTAINYA DISAAT DIA TELAH MENINGGALKAN AKU. DISAAT AKU TAK BISA MELIHATNYA LAGI. MENYENTUHNYA MENYAPANYA MEMELUKNYA YANG PASTI AKAN SELALU BISA MENCINTAI DIA HINGGA NAFAS KU BERAKHIR
Todos los derechos reservados
#2
naik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Javas Drexzer [END]
  • ALSENA
  • Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update}
  • Pregnancy Birth Stories
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • After he left

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido