Cold CEO vs Good Mafia

Cold CEO vs Good Mafia

  • WpView
    Reads 1,803
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
BANYAK ADEGAN DEWASA! BANYAK KATA KATA KASAR! PLAGIAT DILARANG MENDEKATI! BACA! VOTE! KOMEN! Semua orang berhak bahagia dengan hasil usahanya selama ini. Semua makhluk hidup berhak merasakan kebahagiaan setelah ia berusaha dengan siksaan yang ada. Bukankah semua orang pasti bahagia? tentu saja, tapi kita tidak tau bagaimana permainan takdir. Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil, bukan? Hidup seorang gadis yang terlahir di keluarga yang sangat berada bukanlah hal yang membahagiakan. Sedari kecil ia hanya merasakan siksaan yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Menjadi anak seorang mafia bukanlah hal yang ia inginkan. Selama ini ia akan selalu saling memberikan semangat kepada sang kakak dan keempat sahabatnya. Hingga pada akhirnya ia harus berjuang bersama sang kakak ketika orang tua mereka sudah memberikan kepercayaan nya kepada mereka . Gadis tadi sangat membenci dengan pengkhianatan. Darah mafia mengalir deras pada dirinya. Tetapi ia bukan mafia kejam seperti orang tua nya. Ia tumbuh menjadi seorang mafia yang baik hati, tetapi akan terlihat kejam jika ada yang merusak kebaikan nya. Hingga pada suatu ketika ia menjadi mafia yang kejam seperti layaknya psikopat karena selalu melakukan apa yang ia mau. Hal itu terjadi ketika sahabat nya merusak kebaikan nya selama ini. Tetapi hal itu hanya berlangsung sebentar dan kembali seperti semula ketika sahabat nya menjelaskan apa yang telah terjadi. Hidupnya sudah mulai bahagia. Walau hanya sebentar, sebelum ia harus bertemu dengan CEO dingin dan bajingan menurut nya. Ia merasa dipermainkan oleh takdir. CEO tersebut mendekati nya hanya untuk membalas dendam. Tetapi CEO itu malah jatuh kedalam pesonanya, membuat ia tak dapat berkutik. Ia merasa bahagia, sangat bahagia sebelum ajal menjemput dirinya. apakah gadis itu akan tahan dengan perilaku sang CEO? Apakah gadis itu akan kembali menjadi Mafia psikopat seperti julukan dunia yang diberikan pada nya?
All Rights Reserved
#48
penuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • I'm A Bad Girl [Telah Terbit]
  • Say Yes, B*tch! ✓
  • Horibble Woman (END)
  • Diary Alika
  • the loving ARLI
  • Milik Sang Mafia Kejam
  • ALZEA (TERBIT)

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]

More details
WpActionLinkContent Guidelines