Wedding Falsehood

Wedding Falsehood

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 21, 2018
"Jennie hamil! dan aku yang melakukannya!" kalimat yang diucapkan Julian terdengar lantang. sehingga seluruh keluarga besar yang saat itu asik mengobrol di ruang tamu tiba tiba saja terkejut begitu juga dengan gadis yang namanya disebut itu tampak syok "apa maksudmu? ak- "meski aku dan Jennie masih Sekolah aku akan bertanggung jawab dan menikahinya!" ucap Julian tak memberikan jeda pada Jennie untuk berbicara "kau gila!!" umpat Jennie tak terima dengan tuduhan Julian yang mengatakan dia hamil terlebih lagi dia hamil karna pria menyebalkan itu. "Ya, aku akan gila. jika harus merahasiakan hal ini lebih lama lagi" ucap Julian dengan tenang meski ia hanya bersandiwara. "apa apaan kau ini!! aku tidak hamil!" jerit Jennie "Sudah Sudah! minggu depan kalian menikah!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Marrying Mr. Shark
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • [M] She Is Alice (END)
  • Kesya ✔
  • I LOVE YOU | Taennie

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines