The One Day
"Membosankan. Kehidupan rumah, sekolah ... aturan, tata krama, belajar, dan belajar. Mereka benar, aku butuh sesuatu yang baru."
.
.
.
"Hey, nama Lo Atlanna, 'kan? Salken, gue Satria."
"Jutek banget, sih!"
"Cewek~ jangan diem-diem aja, dong. Abang kan jadi syedih~"
"Jangan jutek-jutek, dong, ntar jodohnya lari. Ups, jodohnya kan gua!"
"Aadeekk ...!"
"Nah, noleh gitu dong, kan jadi kelihatan cantiknya."
"Lo ngga nganggep gue temen? Oh ...! Lo nganggep gue pacar, ya?! Uhuy!"
"Hay, cewek gue!"
Kehidupan yang awalnya monoton, membosankan dan penuh dengan kedisiplinan pun mulai berubah. Ia tak menyangka, kedatangan murid baru yang seperti preman itu akan mengubah segala kehidupannya menjadi lebih berwarna. Meski itu bukan warna yang ia inginkan. Hingga ...
"Gue bener-bener serius, Atlanna."